JombangBanget.id - Polemik program pecah rekor MURI untuk kesenian jaranan dor dengan melibatkan sekitar 50 ribu siswa jenjang SD dan SMP tak luput dari perhatian DPRD Jombang.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang Syarif Hidayatullah meminta pemkab mengkaji ulang terkait program tersebut.
”Akhir-akhir ini saya menerima banyak sekali keluhan terkait rencana pecah rekor MURI jaranan dor, karena orang tua merasa terbebani dari sisi biaya yang dikeluarkan,” ungkap Syarif Hidayatullah.
Meski dinas pendidikan dan kebudayaan tidak meminta siswa untuk membeli properti yang digunakan, nyatanya di lapangan banyak orang tua yang mengeluhkan hal tersebut.
Sebab, diharuskan untuk memiliki jaranan untuk persiapan hingga hari-H.
"Tolong Dinas itu turun ke bawah, banyak sekali yang mengeluhkan MURI ini. Kalau orang mampu, mungkin dengan mudah membeli jaranan, tapi kan tidak semua masyarakat begitu, masih ada banyak hal yang perlu diprioritaskan,” ungkapnya.
Menurut Gus Sentot, sapaan akrab Syarif Hidayatullah, masih banyak hal lain yang perlu diprioritaskan dinas P dan K.
Seperti persiapan menghadapi penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang sudah dekat.
Sebab, mengaca daeri penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, banyak permasalahan muncul saat PPDB.
”Kesiapan dinas seperti apa dalam PPDB yang masih banyak permasalahan setiap tahunnya, fokus itu dulu. Untuk Rekor MURI sekali lagi, tolong ini dikaji ulang,” tegasnya.
Pelestarian budaya menurutnya bisa dilakukan dengan cara lain, seperti mengadakan lomba-lomba, atau selalu memunculkan budaya tersebut di berbagai event yang diadakan.
Baca Juga: Dinas P dan K Jombang Berencana Gelar Pecah Rekor Jaranan Dor
”Cobalah bikin kegiatan yang tidak memberatkan masyarakat, turun ke bawah, fikirkan juga lebih banyak manfaat atau mudharatnya,” pungkasnya. (wen/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz