JombangBanget.id – Pekan olahraga pelajar (Popkab) 2024 dimulai Senin (22/4) di GOR Merdeka Jombang.
Diikuti 2.403 atlet dari 48 SMP negeri dan swasta. Event ini diharapkan dapat mencetak atlet berprestasi di masa depan.
’’Popkab dilaksanakan sampai 30 April di tujuh lokasi,’’ kata Abdul Gofur, ketua pelaksana Popkab sekaligus ketua musyawarah guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (MGMP PJOK) wilayah utara Jombang.
Ada enam cabang olahraga yang dilombakan. Atletik, sepak bola, voli, basket, sepak takraw dan pekleball.
’’Peserta yang ikut lebih banyak dibanding tahun lalu,’’ ucapnya. Tahun ini 2.403 atlet, sedangkan tahun lalu 2.350 atlet.
Tujuh venue yang digunakan, GOR Merdeka untuk bola voli, sepak takraw, dan final bola basket. Stadion Merdeka untuk atletik, sepak bola semi final dan final.
Lapangan Desa Plandi Jombang untuk sepak bola. Lapangan Desa Keras Kecamatan Diwek untuk sepak bola.
Lapangan SMPN 1 Jombang untuk bola basket. Lapangan SMPN 4 Jombang untuk bola basket. Serta lapangan Univesritas PGRI Jombang untuk Pikle ball.
’’Upacara penutupannya nanti di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang pada Senin 6 Mei,’’ ungkapnya.
Popkab dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen.
Dia mengapresiasi MKKS SMP negeri dan MGMP PJOK SMP yang telah mengadakan Popkab rutin setiap tahun.
Baca Juga: Atlet Jombang Persembahkan 19 Medali, Ini Hasil Kejurda Tarung Derajat Tingkat Pelajar se-Jawa Timur
’’Kita harus mengerti, tidak semua siswa punya potensi akademik, tapi memiliki kelebihan lain di bidang nonakademik seperti olahraga,’’ kata Senen.
Ia berharap, Popkab dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Jombang hingga kancah internasional.
’’Saya harap, semua sekolah selalu mengasah potensi olahraga siswa. Utamanya sekolah-sekolah pinggiran. Persiapkan ini selama satu tahun, saya yakin semua peserta didik punya kemampuan,’’ ungkapnya.
Siswa terbaik dan punya potensi didorong bisa mengikuti event serupa dengan jenjang yang lebih tinggi.
Kepada para wasit dan juri, Senen berharap agar memberikan penilaian objektif sebagai bentuk dukungan prestasi siswa.
Sementara kepada siswa, Senen berharap, dapat bertanding secara sportif.
’’Kalau ingin jadi juara, latihan disiplin, berusaha semaksimal mungkin, harus profesional. Jangan berbuat curang. Harus jujur dan tidak menghalalkan segala cara,’’ pesannya. (wen/jif/fid)
Editor : Ainul Hafidz