Durian Madu Ungguli Kontes Wonosalam Jombang, Pemenang Masih Diverifikasi

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 06:43 WIB
CARI JAWARA BARU: Bupati Jombang, Warsubi, usai membuka Kontes Durian Wonosalam di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Sabtu (10/10). (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
CARI JAWARA BARU: Bupati Jombang, Warsubi, usai membuka Kontes Durian Wonosalam di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Sabtu (10/10). (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Varietas Madu memimpin hasil sementara Kontes Durian Wonosalam 2026, disusul Vaneli 1 dan Kuweni.

Dari 91 peserta yang mengikuti kontes, Sabtu-Minggu (10–11/10), panitia masih akan memverifikasi keberadaan pohon dan kecocokan varietas di lahan sebelum menetapkan pemenang.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan hasil penilaian sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Baca Juga: Binrohtal: Meneladani Rasulullah, Menjaga Takwa hingga Akhir Hayat

Kontes ini digelar Dinas Pertanian (Disperta) Jombang di Lapangan Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Dibuka Bupati Jombang, Warsubi MSi, Sabtu (10/9). Turut hadir mendampingi, Wabup Salmanudin MPd.

Sekdakab Agus Purnomo MSi. Kepala Disperta Jombang, Much Rony MM dan jajaran pejabat di lingkup Pemkab Jombang.

Serta Ketua TP PKK Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, Ketua I TP PKK Jombang, Ema Erfina Salmanudin, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Jombang, Lilik Agus Purnomo.

’’Kontes ini upaya kita untuk menggali potensi durian lokal Wonosalam dan mengembangkannya menjadi daya tarik wisata unggulan Kabupaten Jombang. Kita ingin menemukan varietas lokal unggulan baru berdasarkan kualitas buah dan karakteristiknya untuk dibudidayakan lebih luas,’’ kata Warsubi.

Baca Juga: Baru Keluar Lapas, Eks Kades di Jombang Ditahan dalam Kasus Korupsi

Dia berharap durian tetap menjadi tuan di rumahnya sendiri, yakni Kecamatan Wonosalam.

”Serta mampu memberikan kesejahteraan nyata bagi petani,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Disperta Jombang, Much Rony, mengatakan, pendaftaran peserta berlangsung dinamis.

Petani dapat langsung mendaftarkan durian lokal unggulannya begitu buah jatuh alami dari pohon.

Ketentuan durian jatuhan alami menjadi salah satu syarat utama kontes tahun ini. Aturan diterapkan untuk menjamin tingkat kematangan dan kualitas rasa buah yang dilombakan.

”Selain itu, seluruh proses penjurian dilakukan pakar dan praktisi lokal Wonosalam. Hasil penilaian ditayangkan secara langsung di lokasi kegiatan untuk menjaga transparansi,” terangnya.

Baca Juga: Bupati Warsubi Janjikan 10 RTLH di Klitih Jombang Rampung Akhir Tahun

Hingga pendaftaran ditutup pukul 14.00 WIB, Minggu (11/10), tercatat sebanyak 91 peserta mengikuti kontes.

Berdasarkan hasil sementara, posisi juara pertama ditempati varietas Madu, disusul Vaneli 1 di posisi kedua dan Kuweni di posisi ketiga.

Meski demikian, hasil itu belum menjadi keputusan akhir. Panitia akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi atau lahan untuk memastikan keberadaan pohon durian yang didaftarkan.

Termasuk mencocokkan pohon dengan varietas yang diikutsertakan dalam kontes. Verifikasi dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Gagal Penuhi Jaminan, Pemenang Lelang Proyek Trotoar Jl Gus Dur Jombang Gugur

Pemenang kontes selanjutnya akan diumumkan dalam rangkaian kegiatan Jombang Fest.

Kontes durian juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Jombang dalam menggali kekayaan genetik durian lokal.

Sejak 2012, Pemkab Jombang konsisten mendaftarkan varietas durian lokal ke Kementerian Pertanian.

”Beberapa varietas yang sudah dikenal luas, di antaranya Durian Bido, Durian Mrico, dan Durian Sukoco Wonosalam (SW) yang buahnya hampir tanpa biji,” tuturnya.

Kini, pencarian varietas unggulan baru terus dilakukan. Terlebih, populasi tanaman durian di Wonosalam saat ini mencapai 192 ribu pohon.

”Populasi tanaman durian di Wonosalam saat ini mencapai 192 ribu pohon. Melalui bantuan bibit, sekolah lapang, hingga teknik top working (sambung pucuk/batang atas), kita terus mendorong regenerasi pohon tua agar menghasilkan buah berkualitas super,” urainya.

Baca Juga: Renungan Minggu: Saat Hidup Penuh Tekanan, Andalkan Kekuatan dari Tuhan

Kontes juga diarahkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Pengunjung dari luar kota dapat mencicipi durian yang sudah dinilai.

Sekaligus bertransaksi langsung dengan petani.

Pola penjualan itu diharapkan dapat memotong rantai distribusi dan memberikan nilai tawar yang lebih adil bagi petani lokal.

Kontes tahun ini berbeda dari biasanya yang digelar awal tahun. Kondisi cuaca dan dinamika pertumbuhan buah membuat jadwal digeser ke Oktober, bertepatan dengan masa panen apitan.

”Pada periode ini, volume panen diperkirakan mencapai sekitar 30 persen dari total produksi,” tuturnya.

Diharapkan, gelaran ini menjadi pemanasan bagi petani sebelum memasuki Panen Akbar 2027, sekaligus menyambut agenda besar KenDuren Wonosalam. (fid/jif)

Editor : Ainul Hafidz
disperta durian kontes Wonosalam Jombang