Pusat Belum Pastikan Perbaikan, Jembatan Latsari Jombang Diusulkan Masuk APBD

Achmad RW • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 07:47 WIB
BUTUH PERBAIKAN: Jembatan di Dusun Kempreng, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Jombang, yang rusak sejak Februari lalu, (10/10). (Achmad RW/Radar Jombang)
BUTUH PERBAIKAN: Jembatan di Dusun Kempreng, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Jombang, yang rusak sejak Februari lalu, (10/10). (Achmad RW/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Pemkab Jombang mengusulkan pembangunan Jembatan Latsari di Dusun Kempreng, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, melalui APBD 2027.

Langkah ini disiapkan setelah pengajuan penanganan kepada pemerintah pusat belum mendapat kepastian.

Sementara jembatan yang rusak sejak Februari 2026 itu kini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua.

’’Kita berharap dari pusat mau menangani. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian, kasihan masyarakat sekitar. Karena itu, Pemkab mulai menyiapkan opsi pembiayaan melalui APBD tahun depan,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Imam Bustomi.

Baca Juga: Truk Wortel Terbakar di Tol Jombang-Mojokerto, Kerugian Capai Rp 150 Juta

Pihaknya telah berkomunikasi dengan Balai Jalan terkait usulan penanganan jembatan tersebut. Namun, hingga kini belum ada kepastian realisasi.

’’Akhirnya saya coba usulkan di 2027 dan sudah matur ke Pak Bupati,’’ terangnya.

Jika menggunakan APBD, desain jembatan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. ’’Yang penting kan fungsinya,’’ ujarnya.

Lebarnya direncanakan maksimal lima meter dengan bentang 13,5 meter. Lebih kecil dibandingkan rancangan yang diajukan ke pusat dengan lebar tujuh meter.

Baca Juga: Student Journalism: Zikir Kekuatan Hati

Konstruksi jembatan juga direncanakan tanpa kolom penyangga di tengah. Struktur baru akan menggunakan besi profil WF agar sampah maupun material yang terbawa arus tidak tersangkut di penyangga. 

’’Kolom yang tengah nanti kita hilangkan, supaya ketika ada sampah atau barongan sangkrah itu tidak nyangkut di situ,’’ bebernya.

Penyesuaian itu dilakukan karena kebutuhan anggaran pembangunan jembatan diperkirakan mencapai Rp 3,5 miliar.

Rancangan awal dari pusat membutuhkan biaya lebih besar karena mencakup lebar jembatan, bagian sayap, hingga penyesuaian elevasi jalan.

Meski begitu, pembangunan melalui APBD 2027 masih berupa usulan. Pemkab berharap rencana tersebut bisa menjadi prioritas agar akses warga tidak terus bergantung pada penanganan darurat.

Baca Juga: Dekat Lokasi Kebakaran, KB Sambilanang Dapat Dukungan HIMPAUDI Jombang

Sebelumnya, jembatan di jalan kabupaten Dusun Kempreng, Desa Latsari itu rusak setelah abutmen tergerus hingga penyangga jembatan ambruk pada pertengahan Februari 2026.

Penanganan darurat dilakukan menggunakan bambu dan anyaman bambu sebagai landasan. Jembatan kini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua. (riz/jif)

Editor : Ainul Hafidz
Perbaikan latsari apbd jembatan Jombang