JombangBanget.id – Sedikitnya lima hingga enam titik penyempitan masih ditemukan di ruas Kabuh-Tapen, Jombang, akibat lebar jembatan yang tidak sebanding dengan badan jalan.
Untuk mengatasinya, Dinas PUPR Jombang merencanakan pelebaran Jembatan Panemon 5 dari 8,40 meter menjadi 11 meter pada 2027 nanti dengan alokasi anggaran Rp 1,88 miliar.
Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi mengatakan, jembatan yang akan ditangani adalah Jembatan Panemon 5. Jembatan dengan bentang 8,40 meter itu direncanakan dilebarkan menjadi 11 meter.
Baca Juga: Jombang Catat 318 Kebakaran dalam 10 Bulan, Karhutla Terbanyak
”Rencana 2027 ada satu jembatan yang kita tangani atau dilebarkan,” katanya.
Saat ini, masih ada sekitar lima hingga enam titik penyempitan di ruas Kabuh-Tapen. Kondisi tersebut terjadi karena lebar jembatan tidak sebanding dengan badan jalan yang sudah lebih lebar.
”Pelebaran dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran,” tegasnya.
Dari sejumlah jembatan yang perlu ditangani, dua di antaranya membutuhkan biaya cukup besar, yakni hampir Rp 10 miliar.
Baca Juga: Risoles hingga Tape Ketan Hijau, UMKM Balonggemek Jombang Dikembangkan untuk Maju
”Sementara bentangnya yang kecil itu kita selesaikan dahulu,” imbuhnya.
Imam menjelaskan, kondisi jalan di ruas Kabuh-Tapen secara umum sudah tuntas.
Pembangunan sebelumnya didukung anggaran APBN melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) serta pembiayaan pemerintah daerah. Namun, jembatan yang belum lebar masih menjadi pekerjaan lanjutan.
”Hanya sekarang masih ada jembatan yang menjadi titik penyempitan, dan itu perlu ditangani secara bertahap,” katanya.
Selain penanganan jalan dan jembatan, Pemkab Jombang tahun ini juga membangun penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang ruas Kabuh-Tapen.
Proyek yang masuk Proyek Strategis Daerah (PSD) 2026 tersebut dikerjakan PT Team Mitra Sejahtera, Jombang, dengan nilai kontrak Rp 1,62 miliar. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz