JombangBanget.id - Bupati Jombang Warsubi memimpin Panen Raya Tembakau 2026 di Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Rabu (7/10), sekaligus mendorong petani menjaga mutu hasil dan memperkuat kemitraan dengan pabrikan maupun pembeli.
Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat posisi tembakau sebagai komoditas bernilai ekonomi di Jombang.
Hamparan tanaman tembakau di Desa Bawangan tampak siap dipanen memasuki Oktober.
Baca Juga: Rombongan Madura Kecelakaan di Tol Jombang-Mojokerto, Satu Orang Tewas
Panen perdana dilakukan langsung Bupati Jombang Warsubi didampingi Wakil Bupati Salmanudin, jajaran Forkopimda, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, serta Kepala Disperta M Rony.
Dalam kesempatan itu, Warsubi menyampaikan tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi ekonomi besar di Jombang.
Budidayanya telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya petani di kawasan utara Sungai Brantas.
’’Tembakau telah lama dibudidayakan masyarakat dan memiliki peluang ekonomi yang besar apabila dikelola dengan baik, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran,’’ kata Warsubi dalam sambutannya.
Baca Juga: Sudah 20 Tahun, Joglo Alun-Alun Jombang Akhirnya Dibongkar
Sejumlah wilayah menjadi sentra tembakau Jombang. Di antaranya Kecamatan Ploso, Kudu, Plandaan, Ngusikan, dan Kabuh. Bagi sebagian petani, tembakau menjadi pilihan utama dalam pola tanam setelah padi.
Untuk mendukung petani, Pemkab Jombang melalui APBD 2026 memberikan sejumlah bantuan. Di antaranya hand tractor rotary, 350 ribu kilogram pupuk NPK tembakau, serta 19 unit mesin alat rajang.
Dukungan juga diberikan melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Program tersebut mencakup pelatihan budidaya hingga pascapanen, demplot pembenihan dan varietas unggul tembakau, pengembangan kemitraan, serta peningkatan kapasitas petani.
Seiring panen raya, Warsubi juga menekankan pentingnya menjaga kualitas hasil tembakau sekaligus membangun hubungan kemitraan yang sehat.
Menurutnya, petani membutuhkan kepastian pasar dan harga yang wajar.
Baca Juga: KPRI Sejahtera Masih Diawasi, Berikut Hasil Penilaian Dinkop UM Jombang
Sementara pabrikan maupun buyer membutuhkan tembakau berkualitas dengan kontinuitas pasokan terjaga.
’’Keduanya harus dipertemukan melalui kemitraan yang terbuka, adil, dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,’’ tegasnya.
Regenerasi petani juga menjadi perhatian. Warsubi mendorong generasi muda dan petani milenial melihat sektor pertanian sebagai bidang usaha yang memiliki prospek.
’’Panen raya yang kita laksanakan hari ini saya harapkan bisa menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat komoditas tembakau Jombang,’’ pungkasnya.
Baca Juga: KPRI Sejahtera Masih Diawasi, Berikut Hasil Penilaian Dinkop UM Jombang
Terpisah, Kepala Disperta Jombang M Rony mendorong pengembangan tembakau Jombang tidak berhenti pada sektor budidaya.
Ke depan, komoditas tersebut diarahkan semakin kuat pada agribisnis dan agroindustri.
”Karena itu, kapasitas petani perlu terus ditingkatkan, termasuk kemampuan melakukan efisiensi usaha tani, menjaga mutu, mengembangkan inovasi, dan memperluas jaringan pemasaran,” tandanya.
Kegiatan Panen Raya Tembakau 2026 juga diikuti Forkopimcam Ploso, perwakilan Asosiasi Komoditas Pertanian (Askom) Jombang, APTI Jombang, penyuluh pertanian, Gapoktan Desa Bawangan, serta para petani tembakau. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz