Tender RTH Kabuh Gagal, Proyek Rp 2,3 Miliar Dijadwal Ditender Ulang

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:47 WIB
Lahan pemkab di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Jombang disiapkan untuk proyek RTH Kabuh. (Azmy Endiyana/Radar Jombang)
Lahan pemkab di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Jombang disiapkan untuk proyek RTH Kabuh. (Azmy Endiyana/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Proyek pembangunan RTH Kabuh, Jombang Rp 2,306 miliar harus ditender ulang setelah proses sebelumnya dinyatakan batal.

Dari 10 peserta yang mengajukan penawaran, tidak ada satu pun yang lolos evaluasi sehingga Pemkab Jombang kembali menyiapkan paket tersebut untuk re-tender.

Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setdakab Jombang Ahmad Rofiq As'ari membenarkan gagalnya tender proyek yang APBD 2026 itu.

Baca Juga: Muktamar ke-35 NU di Jombang, Bank Jatim Siapkan Posko hingga Mobil ATM

Menurut dia, tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan pejabat pembuat komitmen (PPK).

”Iya tender batal. Karena tidak menemukan pemenang. Karena peserta tidak memenuhi persyaratan yang diinginkan PPK,” katanya.

Pantauan di laman resmi SPSE Inaproc Jombangkab, paket dengan nama Belanja Modal Pembangunan RTH Kabuh tercatat berstatus tender batal.

Pada kolom alasan pembatalan tertulis: Tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.

Baca Juga: Banser Jombang Siap Amankan Muktamar ke-35 NU

Dari 56 peserta yang mengikuti paket itu, hanya 10 peserta yang tercatat melakukan penawaran.

Namun, seluruh penawaran tidak berujung pada penetapan pemenang karena tidak ada yang lolos evaluasi.

Dengan batalnya tender, Pemkab Jombang kini menyiapkan proses tender ulang atau re-tender. Surat terkait pembatalan tender suda diluncurkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang.

Selanjutnya, paket pekerjaan itu diajukan kembali untuk ditenderkan.

”Suratnya sudah kami luncurkan ke DLH Jombang. Dan hari ini (kemarin) sudah diluncurkan kembali untuk diajukan tender ulang atau re-tender. Mudah-mudahan ketika waktunya mencukupi langsung di-launching hari ini,” imbuhnya.

Tender ulang membuat waktu pelaksanaan proyek menjadi lebih terbatas. Kendati demikian, Rofiq menilai proyek RTH Kabuh masih memungkinkan dikerjakan tahun ini karena tahapan pekerjaan secara keseluruhan tidak berubah, hanya jadwalnya yang bergeser.

Baca Juga: Kiai Ubaid ke Prabowo: Jangan Ada Intervensi di Muktamar NU

”Jadi tahapannya masih sama. Hanya waktunya saja. Nanti (tender ulang) butuh sekitar kurang lebih 85-90 hari. Paling tidak bulan depan ketika tahapan sudah terjadwal,” ujarnya.

Rofiq optimistis waktu pengerjaan masih mencukupi. Ia menilai pekerjaan pembangunan RTH Kabuh relatif sederhana sehingga secara teknis diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan.

”Karena kami melihat dari dokumennya ini pekerjaannya sederhana. Perkiraan kami sekitar dua bulan sudah selesai. Makanya melihat waktunya masih mencukupi ketika ditender ulang,” terangnya.

Baca Juga: Kiai Maman Soroti Karantina Peserta Muktamar NU di Jombang: Jangan Diintervensi

Sebelumnya, proses tender proyek itu dijadwalkan memasuki tahapan pengumuman dan penetapan pemenang pada 21 Agustus.

SPPBJ dijadwalkan terbit 27 Agustus, sedangkan penandatanganan kontrak dijadwalkan 2 September.

Namun, dengan tender dinyatakan batal, seluruh jadwal tersebut tidak dapat dilanjutkan.

Proyek dengan pagu Rp 2.306.300.000 itu kini harus kembali melalui proses tender untuk mendapatkan penyedia yang memenuhi persyaratan. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
Kabuh tender gagal rth Jombang