JombangBanget.id – Proyeksi pendapatan daerah Jombang dalam P-APBD 2026 turun, tetapi belanja hibah justru bertambah Rp 8,99 miliar dan belanja modal naik sekitar Rp 39,68 miliar.
Kenaikan belanja tersebut mendapat sorotan Fraksi PDI Perjuangan dan Golkar DPRD Jombang dalam sidang paripurna, Kamis (20/8).
Fraksi PDI Perjuangan mencatat pendapatan pajak daerah diproyeksikan turun Rp 15,448 miliar dari target APBD 2026.
Baca Juga: Pawai 1.804 Anak di Ploso Jombang, Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini
Komponen lain-lain PAD yang sah juga terkoreksi turun Rp 2,68 miliar.
”Pendapatan pajak daerah mengalami penurunan sebesar Rp 15,448 miliar dibandingkan target pada tahun 2026,” kata perwakilan Fraksi PDI Perjuangan, Jawahirul Fuad.
Jawahirul meminta Pemkab Jombang membuka penyebab turunnya pendapatan tersebut, sekaligus memaparkan langkah konkret untuk menanggulanginya.
”Dari komponen pendapatan yang mengalami penurunan tersebut tentu ada faktor penyebab terjadinya penurunan serta ada langkah-langkah untuk menanggulangi permasalahan tersebut,” tegasnya.
Baca Juga: RALB KPRI Sejahtera Jombang Digeser ke September, Berikut Alasannya
Di tengah pendapatan yang seret, belanja hibah malah naik dari Rp 139,797 miliar menjadi Rp 148,789 miliar, bertambah Rp 8,99 miliar.
Jawahirul meminta kenaikan itu dibarengi perencanaan dan program kerja yang jelas, bukan sekadar tambahan angka di atas kertas.
”Harapan kami, peningkatan tersebut didasari atas perencanaan, program kerja dan evaluasi yang jelas sehingga dapat memberikan dampak positif dan konkret,” ujarnya.
Fraksi Golkar menyoroti hal senada dari sisi belanja modal, yang naik dari Rp 168,798 miliar menjadi Rp 208,478 miliar, melonjak sekitar Rp 39,679 miliar.
Perwakilan Fraksi Golkar, Maya Novita, memerinci belanja modal peralatan dan mesin naik dari Rp 58,080 miliar menjadi Rp 80,321 miliar.
”Kami berharap dapat mempunyai mesin yang berteknologi modern dan dapat digunakan untuk pelaksanaan pembangunan yang lebih baik,” ujarnya.
Baca Juga: Mobil Hias 11 OPD Jadi Juara, Usung Replika Alun-Alun Jombang dan Jembatan Ploso
Belanja modal jalan dan jaringan turut naik, dari Rp 54,717 miliar menjadi Rp 77,075 miliar.
Maya berharap tambahan anggaran itu benar-benar terwujud di lapangan, terutama perbaikan jalan berlubang yang mengancam keselamatan pengendara.
”Dengan adanya jalan yang baik dan tidak berlubang agar membawa rasa aman masyarakat, terutama pengendara sepeda motor,” katanya.
Kedua fraksi kompak meminta Pemkab Jombang memastikan kenaikan belanja hibah dan belanja modal itu tidak lepas kontrol, di tengah proyeksi pendapatan daerah yang justru melemah. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz