JombangBanget.id – Dinas Sosial Jombang menargetkan 1.656 KPM PKH graduasi pada 2026 dengan pendekatan yang tidak sekadar mengurangi penerima bantuan.
Sebanyak 138 pendamping PKH diarahkan mendorong keluarga yang sudah mampu agar mandiri berdasarkan asesmen sosial-ekonomi dan 39 variabel BPS.
Kepala Dinsos Jombang Agung Hariadi menyebut, target itu dibebankan kepada 138 pendamping PKH. Masing-masing wajib mengantarkan minimal 12 KPM naik kelas.
Baca Juga: Bukan Ekskul, Coding Robotika Masuk Pembelajaran SMAN 1 Jombang
”Graduasi bukan sekadar mengurangi penerima bantuan, tapi mendorong keluarga miskin agar mandiri,” tegasnya.
Hingga triwulan II 2026, jumlah KPM PKH aktif di Jombang masih 43.432 keluarga. Pendamping di lapangan berperan penting melakukan asesmen sosial-ekonomi.
”Tugas mereka memilah mana yang masih layak menerima bantuan dan mana yang sudah bisa mandiri,” jelas Agung.
Graduasi dilakukan dengan indikator terukur mengacu pada 39 variabel BPS, mulai pekerjaan, penghasilan, kondisi rumah, hingga potensi usaha.
Baca Juga: Student Journalism: Keistimewaan Salat
”Keluarga yang sudah memiliki penghasilan berkelanjutan bisa diusulkan keluar dari PKH. Bahkan, ada penerima yang secara sukarela meminta dicoret karena merasa sudah mampu,” imbuhnya.
Agung menegaskan, graduasi bukan berarti pemerintah lepas tangan. Justru langkah ini memastikan bantuan tepat sasaran.
”Berdasarkan data 2025, persentase penduduk miskin Jombang tercatat 8,36 persen. Pada 2026, angka tersebut ditargetkan kembali turun di kisaran 8,04 hingga 8,10 persen,” pungkasnya. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz