Usai Pindah ke Perak, PAD Parkir Barang Jombang Susut

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:33 WIB
SUMBANG PAD: Salah satu petugas berada di antara kendaraan angkutan barang yang terparkir di Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Jombang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
SUMBANG PAD: Salah satu petugas berada di antara kendaraan angkutan barang yang terparkir di Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Jombang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Perpindahan lokasi parkir khusus angkutan barang dari Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang ke Desa Glagahan, Kecamatan Perak membuat pendapatan retribusi daerah mengalami penurunan.

Dishub Jombang mencatat setoran Juli baru Rp 10,65 juta dan masih melakukan evaluasi untuk meningkatkan okupansi kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Sugianto melalui Kepala Bidang Pengendalian Operasional dan Perparkiran Bambang Tedjoatmoko mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil evaluasi pada bulan pertama sejak retribusi resmi diberlakukan mulai 1 Juli. 

Baca Juga: Wisuda 40 Santri Darul Ulum Gapuk Jombang, Diminta Amalkan Ilmu

”Dengan luasan seperti itu kami menilai masih bagus. Sampai akhir Juli kami setor PAD Rp 10,65 juta,” katanya.

Menurut Bambang, penurunan pendapatan dipengaruhi beberapa faktor. Selain luas lahan parkir di lokasi baru lebih kecil dibanding lokasi lama, Terminal Angkutan Barang Glagahan juga masih belum banyak dikenal oleh para pengemudi angkutan barang.

”Kalau dibanding di Desa Tunggorono memang hampir dua kali lipat. Dulu rata-rata sampai Rp 19 juta per bulan. Orang juga sudah kenal dengan lokasi di sana,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, operasional parkir angkutan barang sempat berhenti cukup lama selama proses pembangunan terminal baru. Akibatnya, para pengemudi masih beradaptasi dengan lokasi parkir di Kecamatan Perak.

Baca Juga: Delapan Siswa Jombang Lolos Semifinal OSN 2026, Ini Daftar Lengkapnya

”Kami mengawali lagi agar sopir-sopir kembali parkir di sana,” ujarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat okupansi parkir juga masih fluktuatif.

Pada Sabtu dan Minggu, jumlah kendaraan yang parkir berkisar 10 hingga 15 unit per hari. Sementara pada hari biasa terkadang hanya sekitar lima kendaraan.

Selain faktor luas lahan, minimnya informasi kepada pengguna jasa juga menjadi kendala. Bambang menyebut masih banyak pengemudi yang belum mengetahui lokasi parkir baru. Sebagian sopir juga belum terbiasa karena akses menuju terminal berada di jalur cepat.

”Kalau di Tunggorono sama-sama jalur cepat, tetapi karena sudah lama, pengemudi sudah terbiasa. Sekarang masih butuh waktu,” ujarnya.

Meski demikian, Dishub tetap optimistis jumlah pengguna akan terus meningkat. Pihaknya akan terus mengenalkan Terminal Angkutan Barang Glagahan sekaligus memaksimalkan potensi retribusi parkir yang ada.

”Kami optimistis akan ramai, tetapi memang butuh waktu," tuturnya.

Baca Juga: Student Journalism Jombang: Kiat Cepat Hafal

Dishub menargetkan retribusi parkir khusus angkutan barang mampu menyumbang PAD sekitar Rp 50 juta hingga akhir Desember.

Sementara target PAD sektor parkir khusus angkutan barang sepanjang 2026 dipatok sebesar Rp 194 juta.

”Insya Allah sampai Desember bisa Rp 50 juta,” katanya. 

Seperti diberitakan, retribusi parkir khusus angkutan barang di Terminal Angkutan Barang Glagahan mulai diberlakukan sejak 1 Juli setelah sebelumnya dilakukan uji coba penghitungan potensi pendapatan selama Juni. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
terminal angkutan barang pad parkir jombang retribusi parkir Dishub Jombang Jombang