JombangBanget.id – Pemkab Jombang menyiapkan langkah antisipasi agar Saluran Sekunder Gude Ploso tetap mengalir selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, 27–31 Agustus.
Ini dilakukan agar tidak menimbulkan bau menyengat.
’’Kami akan mengusulkan tambahan debit air dan melakukan penggelontoran saluran untuk mencegah munculnya bau tak sedap selama muktamar,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Imam Bustomi, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Sultoni.
Baca Juga: Binrohtal: Lima Ciri Hamba yang Dikehendaki Allah, Salah Satunya Selalu Tenang Saat Beribadah
Usulan penambahan debit air akan diajukan ketika terjadi penurunan aliran saat musim kemarau.
Besaran tambahan debit belum dapat dipastikan karena bergantung pada ketersediaan air dan kemampuan Perum Jasa Tirta (PJT) memenuhi permintaan itu.
Karena itu, pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi saluran hingga mendekati pelaksanaan muktamar.
’’Kami akan melihat kondisi mendekati pelaksanaan muktamar, apakah terjadi penurunan debit atau tidak,’’ imbuhnya.
Baca Juga: Tak Hanya Cari Juara, Danrem Cup di Jombang Jadi Ruang Silaturahmi Lintas Komunitas
Sejauh ini, kondisi aliran di Saluran Gude–Ploso masih normal dan dinilai mencukupi. Namun, pihaknya tak ingin mengambil risiko jika debit air menyusut saat ribuan peserta muktamar mulai berdatangan.
’’Kalau ada penurunan, akan kami usulkan penambahan debit air. Posisi sekarang masih mengalir dan mencukupi. Tetapi untuk periode mendekati muktamar nanti akan kami cek lagi,’’ terangnya.
Selain mengusulkan tambahan pasokan air, petugas juga akan melakukan penggelontoran atau korah-korah agar air tetap mengalir.
Langkah itu dilakukan untuk mencegah genangan yang dapat memicu bau tidak sedap di sekitar kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
’’Tujuannya air tetap mengalir dan baunya tidak menyengat. Teman-teman juga berupaya melakukan penggelontoran supaya tidak ada bau,’’ tuturnya.
Petugas kini juga intens membersihkan sampah, merapikan lingkungan, hingga melakukan pengecatan di sepanjang Saluran Gude–Ploso maupun Kali Jombang Kulon yang menjadi salah satu akses menuju lokasi muktamar.
Baca Juga: Profil M Yusuf Junaidi, Kepala MTsN 5 Jombang yang Kembali ke Almamater sebagai Pemimpin
’’Teman-teman juga melakukan perapian saluran, mulai pembersihan hingga pengecatan. Di dekat lapangan juga dibersihkan. Kami sudah bergerak di Kali Jombang Kulon dekat GOR,’’ paparnya.
Sultoni mengakui sampah masih menjadi persoalan utama dalam menjaga kebersihan saluran. Setelah dibersihkan, sampah kerap kembali menumpuk sehingga dibutuhkan peran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
’’Sampah itu menjadi kendala utama. Ketika sudah bersih, muncul lagi. Itu yang perlu dijaga,’’ tegasnya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz