JombangBanget.id – Pemkab Jombang mengusulkan pembangunan pintu intake (bangunan pengambil air) di Saluran Induk (SI) Mrican Kanan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Usulan itu menjadi langkah antisipasi agar penjebolan tanggul yang diduga dilakukan untuk mengambil air secara liar tidak kembali terjadi.
Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengatakan, usulan itu disampaikan setelah penanganan tanggul jebol di Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo selesai dan aliran irigasi kembali normal.
Baca Juga: Upacara Ranu Ayu Kembali Digelar di Jombang, Ajak Masyarakat Peduli Air dan Sungai Brantas
”Penanganan darurat selesai Rabu (8/7), Kamis (9/7) mulai pengisian. Minggu (12/7) kemarin alirannya sudah normal,” katanya.
Selama sekitar sepekan proses perbaikan, distribusi air dihentikan sementara. Kini debit air kembali mencapai 10–12 meter kubik per detik.
Sehingga kebutuhan irigasi kembali terpenuhi sesuai pola alokasi.
Menurut Sultoni, keberadaan pintu intake akan membuat pengambilan air lebih terukur tanpa harus merusak tanggul.
Baca Juga: Sungai Ngotok Ring Kanal Jombang Jadi Sarang Sampah, Eceng Gondok Tutup Aliran Sungai
Selama ini, pengambilan air dilakukan dengan cara membobol tanggul sehingga berpotensi mengganggu pasokan air ke seluruh daerah layanan.
”Kalau tanggul jebol, otomatis seluruh wilayah layanan irigasi tidak bisa terlayani karena air terbuang,” imbuhnya.
Pihaknya sudah menyampaikan usulan itu kepada BBWS Brantas.
Harapannya, ke depan tersedia bangunan pengambilan air yang dapat mengatur debit sesuai kebutuhan.
”Harapannya ada pintu intake supaya pengambilan air bisa terukur dan sesuai kebutuhan, tidak seperti sekarang yang terus mengalir,” katanya.
Baca Juga: Bupati Warsubi Serahkan Dokumen Perwalian, Hak Lima Anak Asuh di Jombang Kini Terlindungi
Seperti diberitakan sebelumnya, tanggul SI Mrican Kanan jebol Kamis (2/7) malam.
Akibatnya, pasokan air menuju sekitar 12 ribu hektare sawah di Jombang sempat dihentikan selama proses penanganan darurat. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz