JombangBanget.id - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang mulai menangani titik penyempitan jalan dengan pelebaran jembatan.
Fokus pekerjaan saat ini berada di ruas Kalianyar–Selorejo, yang sebelumnya badan jalannya sudah diperlebar.
Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi menegaskan, pekerjaan hanya berupa pelebaran jembatan, bukan pembangunan jalan baru.
”Yang dikerjakan pelebaran jembatan saja, bukan ruas jalannya,” katanya, Kamis (9/7).
Baca Juga: Skema Baru Program PK 2027 Jombang, PJU Masuk Prioritas Anggaran Kecamatan
Menurut Imam, masih banyak jembatan di sejumlah ruas jalan yang lebarnya belum menyesuaikan dengan badan jalan. Seluruhnya akan ditangani bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
”Kalau keinginan kami seluruh jembatan yang masih sempit dilebarkan agar menyesuaikan lebar jalan. Tetapi karena harus menyesuaikan anggaran, pelaksanaannya dilakukan bertahap,” imbuhnya.
Ruas Ceweng–Kalianyar maupun Kalianyar–Selorejo sebelumnya sudah diperlebar. Karena itu, jembatan yang masih sempit menjadi prioritas agar tidak menimbulkan hambatan lalu lintas.
Imam menekankan, pelebaran diprioritaskan pada ruas dengan volume lalu lintas harian (LHR) tinggi.
”Yang kami utamakan adalah jalan yang sudah dilebarkan. Kalau jalannya sudah lebar sementara jembatannya masih sempit, tentu harus disesuaikan. Namun, kembali lagi bergantung pada kesiapan anggaran,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan pekerjaan pelebaran sudah berlangsung di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno.
Alat berat dan pekerja tampak melakukan pengerukan sisi jembatan sebagai tahap awal pelebaran agar lebarnya sama dengan badan jalan. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz