JombangBanget.id – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menggandeng pihak ketiga untuk mengelola eks Pasar Ngrawan, Kecamatan Tembelang, mendapat dukungan dari DPRD Jombang.
Langkah tersebut dinilai menjadi solusi untuk mengoptimalkan aset daerah yang selama bertahun-tahun belum mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, mengatakan, keberadaan eks Pasar Ngrawan selama ini belum menunjukkan perkembangan yang signifikan meskipun pemerintah daerah telah beberapa kali mengalokasikan anggaran untuk kawasan tersebut.
Berbagai upaya yang dilakukan pemkab belum mampu menghidupkan aktivitas ekonomi di lokasi tersebut.
Baca Juga: Kapolri Listyo Sigit Sambangi Tebuireng Jombang, Ziarah ke Makam Gus Dur
Akibatnya, aset yang dibangun menggunakan anggaran daerah itu hingga kini belum memberikan manfaat maksimal bagi pemerintah maupun masyarakat.
’’Pasar tersebut sudah beberapa kali mendapatkan anggaran. Namun sampai sekarang belum menunjukkan tanda-tanda kehidupan yang signifikan,’’ ujarnya.
Politikus PKB itu menilai, opsi menggandeng investor atau pihak ketiga layak dicoba daripada membiarkan aset tersebut tidak produktif.
Dengan adanya pengelola profesional, peluang pengembangan kawasan dinilai akan lebih terbuka dibandingkan jika hanya mengandalkan pemerintah daerah.
Selain itu, skema kerja sama dengan pihak ketiga juga dinilai dapat memberikan kepastian pemasukan bagi daerah. Sebab selama ini eks Pasar Ngrawan belum mampu menghasilkan PAD yang berarti.
’’Kalau ada pihak ketiga yang mau mengelola, saya kira itu lebih baik. Setidaknya ada kejelasan terkait pemanfaatan aset dan potensi PAD yang bisa masuk ke daerah,’’ katanya.
Meski demikian, Anas mengingatkan agar kerja sama yang nantinya dibangun tidak hanya menguntungkan salah satu pihak.
Pemkab harus menyusun skema yang adil sehingga investor memiliki peluang mendapatkan keuntungan, sementara daerah tetap memperoleh manfaat dari pemanfaatan aset tersebut.
Baca Juga: Wereng Hijau Ancam 60 Hektare Sawah di Mojowarno Jombang, Petani Diminta Waspada
Keseimbangan kepentingan menjadi kunci agar kerja sama dapat berjalan dalam jangka panjang. Jika salah satu pihak merasa dirugikan, maka pengelolaan aset dikhawatirkan tidak akan berjalan optimal.
’’Yang penting nantinya sama-sama menguntungkan. Pemkab mendapatkan pemasukan atau PAD, sementara pihak ketiga juga memperoleh keuntungan dari usahanya. Kalau kedua belah pihak sama-sama diuntungkan, saya kira kerja sama itu bisa berjalan baik,’’ paparnya.
Sebelumnya, usaha Pemkab Jombang menghidupkan Pusat Oleh-Oleh (Pusol) Jombang atau eks Pasar Ngarawan di Kecamatan Tembelang belum menunjukkan hasil signifikan.
Selain melakukan penertiban sejumlah lapak pedagang, kini pemkab kembali mengintip peluang menggandeng investor untuk menghidupkan aktivitas pasar.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang, Anjik Eko Saputra mengatakan, saat ini pemerintah masih mencari calon investor atau pengelola yang bersedia mengambil alih pengelolaan eks Pasar Ngrawan.
’’Rencananya memang akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Saat ini kami masih mencari investor atau pengelola yang berminat,” ujarnya, Minggu (14/6).
Menurut dia, opsi kerja sama dengan pihak ketiga dipilih karena hingga saat ini belum ada pedagang yang menempati kios maupun lapak di pasar tersebut.
Kondisi itu membuat pasar belum dapat beroperasi sebagaimana mestinya.
Dengan keterlibatan pihak ketiga, Pemkab berharap akan muncul konsep pengelolaan yang lebih aktif dan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
’’Harapannya keberadaan pasar bisa memberi dampak bagi masyarakat sekitar,’’ bebernya. (yan/jif)
Editor : Ainul Hafidz