JombangBanget.id - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang kini mengubah pola pelaksanaan job fair.
Jika sebelumnya hanya digelar setahun sekali, melalui program Jemput Kerja pencari kerja dan perusahaan akan dipertemukan lebih rutin setiap tiga bulan.
Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, menegaskan pola baru ini lebih efektif.
“Dulu job fair satu tahun sekali. Sekarang kami berupaya setiap tiga bulan ada kegiatan seperti job fair mini. Perusahaan bisa menginformasikan kebutuhan tenaga kerjanya dan kami fasilitasi,” ujarnya.
Baca Juga: Belajar Layaknya Dunia Kerja, Siswa SMK YPM 14 Sumobito Jombang Digembleng Lewat Teaching Factory
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja perusahaan sering muncul sewaktu-waktu.
“Misalnya perusahaan membutuhkan tenaga kerja pada Maret, tidak mungkin harus menunggu Oktober saat job fair. Karena itu kami memberikan keleluasaan dan fleksibilitas,” imbuhnya.
Program Jemput Kerja juga menguntungkan lulusan sekolah maupun perguruan tinggi. Mereka tak perlu menunggu berbulan-bulan untuk mendapat akses informasi lowongan.
Semua proses terdokumentasi melalui aplikasi Talenta (Transformasi layanan elektronik ketenagakerjaan).
”Pencari kerja bisa mengetahui lowongan yang tersedia, mendaftar, mendapatkan informasi pelatihan, bahkan proses penempatannya juga bisa dipantau,” jelas Isawan.
Pelaksanaan dibagi dalam batch per triwulan. Batch kedua berlangsung 26 Mei di Pendopo Disnaker dengan 10 perusahaan membuka 276 lowongan.
Puncaknya dijadwalkan 18 Juni di Pendopo Kabupaten Jombang, melibatkan sedikitnya 20 perusahaan dengan jumlah lowongan lebih banyak.
”Batch kedua akan melibatkan lebih banyak perusahaan. Tentu ada proses seleksi dan sosialisasi, termasuk terkait penggunaan aplikasi Talenta,” pungkasnya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz