JombangBanget.id - Pemkab Jombang mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 12,58 miliar untuk pembangunan lima ruas jalan yang masuk Proyek Strategis Daerah (PSD) 2026.
Program tersebut diprioritaskan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang Imam Bustomi melalui Kepala Bidang Bina Marga Agung Setiaji mengatakan, saat ini seluruh paket proyek masih dalam tahapan berbeda. Mulai proses kontrak hingga tender.
’’Untuk saat ini baru satu paket PSD yang sudah berkontrak, yakni peningkatan Ruas Jalan Mojolegi–Panglungan yang berkontrak pada 13 Mei 2026,’’ katanya.
Baca Juga: Tekan Potensi Kecelakaan, Truk Besar dan Bus Pariwisata Dialihkan ke Ring Road Mojoagung Jombang
Proyek peningkatan Ruas Jalan Mojolegi–Panglungan memiliki pagu anggaran Rp 1.900.390.500 dan dikerjakan CV Tiga Saudara dengan nilai kontrak Rp 1.495.421.637.
Sementara itu, peningkatan Ruas Jalan Mojoagung–Mojoduwur dengan pagu Rp 2.773.395.700 telah dimenangkan CV Galih Perkasa dengan nilai penawaran Rp 2.217.242.701.
Sedangkan rekonstruksi Ruas Jalan Gebangbunder–Plandaan dengan pagu Rp 2.659.081.000 dimenangkan CV Insan Makmur dengan nilai penawaran Rp 2.081.662.860.
”Kedua proyek tersebut saat ini masih dalam tahapan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ),” bebernya.
Adapun dua paket lainnya masih dalam proses tender, yakni rekonstruksi Ruas Jalan Made–Asemgede dengan pagu Rp 2.666.583.800 dan peningkatan Ruas Jalan Cukir–Mojowarno dengan pagu Rp 2.584.890.500. Secara keseluruhan, total pagu anggaran lima paket PSD jalan tersebut mencapai Rp 12.584.341.500.
Agung menjelaskan, penentuan lima ruas prioritas dilakukan melalui kajian teknis yang mempertimbangkan tingkat kerusakan jalan, volume lalu lintas, fungsi jalan dalam jaringan kabupaten, hingga kontribusinya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
’’Penentuan paket ini didasarkan pada tingkat kerusakan jalan, volume lalu lintas, fungsi jalan dalam jaringan kabupaten, serta perannya dalam menunjang sektor pertanian, perdagangan, dan industri lokal,’’ imbuhnya.
Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, pembangunan juga dirancang untuk memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan, ketahanan konstruksi, serta efisiensi biaya pemeliharaan jangka panjang.
Baca Juga: 354 Tiang FO di Jalan Kapten Tendean Bakal Dicabut, Pemkab Jombang Terapkan Tiang Bersama
Dalam pelaksanaannya, Dinas PUPR menggunakan kombinasi teknologi perkerasan lentur berupa hotmix Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) dan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC), serta perkerasan kaku (rigid pavement) berbahan beton semen. Pemilihan metode disesuaikan dengan karakteristik masing-masing ruas jalan.
Pemkab berharap pembangunan lima ruas strategis tersebut mampu memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang maupun jasa sehingga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
’’Diharapkan pembangunan infrastruktur jalan ini dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan seiring meningkatnya aksesibilitas dan daya saing wilayah,’’ katanya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz