Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Biaya HGU Perumda Panglungan Jombang Tembus Rp 165 Juta, Dewan Pengawas Rela Gaji Ditunda

Azmy endiyana Zuhri • Selasa, 26 Mei 2026 | 06:33 WIB
GERBANG MASUK: Akses menuju kawasan Perumda Perkebunan Panglungan, Jombang. (Achmad RW/Radar Jombang)
GERBANG MASUK: Akses menuju kawasan Perumda Perkebunan Panglungan, Jombang. (Achmad RW/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Proses pengurusan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) Perumda Panglungan, Jombang diperkirakan membutuhkan biaya besar hingga ratusan juta rupiah.

Besarnya kebutuhan anggaran tersebut membuat manajemen harus memaksimalkan sumber daya yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan.

Dewan Pengawas Perumda Panglungan M Rony mengatakan, biaya yang dibutuhkan untuk proses perpanjangan HGU diperkirakan mencapai sekitar Rp 165 juta. Anggaran tersebut nantinya akan ditanggung oleh Perumda Panglungan.

”Kurang lebih sekitar Rp 165 juta. Pembayaran itu nantinya dari Perumda Panglungan,” ujarnya.

Baca Juga: Ban Belakang Lepas, Pikap Muatan Kaca Tabrak Guardrail di Tol Jombang-Mojokerto

Menurut dia, kebutuhan anggaran yang cukup besar membuat perusahaan daerah harus melakukan berbagai penyesuaian keuangan. Bahkan, kondisi tersebut berdampak pada belum terbayarkannya gaji dewan pengawas.

”Karena ada rencana pembayaran pengurusan perpanjangan HGU, jadi ya tidak apa-apa,” katanya.

Sementara itu, Direktur Perumda Panglungan Agus Mujiono menyebut, saat ini pihaknya berupaya mengoptimalkan potensi usaha yang ada guna menjaga pendapatan perusahaan. Salah satu sektor yang dinilai cukup menjanjikan saat ini berasal dari hasil perkebunan petai.

Di sisi lain, hasil panen durian pada musim sebelumnya belum memberikan hasil maksimal. Karena itu, Panglungan juga mengembangkan usaha lain melalui kerja sama dengan masyarakat sekitar.

Salah satunya melalui pengelolaan tanaman tebu setelah adanya bantuan bibit dari pemerintah. Skema kerja sama dilakukan bersama petani setempat dalam pengelolaan lahan.

”Saat ini lahan tebu yang dikelola masyarakat sekitar mencapai 30 hektare,” ungkapnya.

Agus menambahkan, saat ini pihaknya masih memaksimalkan potensi yang tersedia di Panglungan karena hingga kini belum ada tambahan penyertaan modal dari pemerintah daerah.

”Kalau tidak mengandalkan sumber daya yang ada perusahaan tidak bisa berjalan,” pungkas Agus.(yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#perumda perkebunan panglungan #hgu #dewas #Jombang #Panglungan