JombangBanget.id - Pemkab Jombang mempercepat penjaringan calon siswa Program Sekolah Rakyat (SR) tahun ajaran 2026–2027.
Dari pendataan sementara, kuota 270 siswa baru yang ditetapkan Kementerian Sosial (Kemensos) hampir terpenuhi.
Jumlah tersebut dibagi masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Kepala Dinas Sosial Jombang Agung Hariadi mengatakan, sebagian besar calon siswa sudah masuk kategori desil sasaran program. Hanya sedikit data yang masih dalam proses verifikasi.
Baca Juga: Puluhan Biksu Ziarah ke Makam Gus Dur Jombang, Bawa Pesan Perdamaian
”Di luar desil satu dan dua ini sementara ada dua anak. Untuk lainnya sudah ada sekitar 200 masuk kategori desil. Tinggal sedikit saja,” katanya.
Menurut dia, dua calon siswa yang belum masuk kategori desil masih dalam penelusuran data oleh pendamping di lapangan.
”Kami belum dapat kabar lagi. Karena memang terekam atau desilnya di atas itu,” imbuhnya.
Jika kuota telah terpenuhi, pemkab akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati sebagai dasar pengusulan calon siswa ke Kemensos.
”Kalau sudah terpenuhi 270 siswa plus 10 cadangan, kita buat SK Bupati calon siswa dan dikirim ke Kemensos. Setelah disetujui, baru ditetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat,” tuturnya.
Agung menegaskan, seluruh pengelolaan Sekolah Rakyat menjadi kewenangan penuh Kemensos, mulai tenaga pendidik, kurikulum, hingga sarana prasarana. Pemkab hanya bertugas menyiapkan dan memvalidasi calon siswa dengan pendampingan PKH.
”Semua dari Kemensos. Daerah hanya menyiapkan calon siswa dan didampingi PKH,” ujarnya.
Terkait kebutuhan guru, pihaknya mengaku tidak mengetahui detailnya karena seluruh sistem telah ditangani pemerintah pusat.
”Sudah di-handle semua Kemensos,” pungkasnya.
Baca Juga: DPRD Jombang Telusuri Jejak Bung Karno di Ploso, Rejoagung Disebut Jadi Titik Nol
Seperti diberitakan sebelumnya, penambahan kuota 270 siswa baru Sekolah Rakyat Jombang tahun ini mendapat perhatian serius dari Bupati Jombang Warsubi.
Pasalnya, pembangunan gedung permanen yang diproyeksikan menampung 1.000 siswa itu hingga kini baru mencapai sekitar 60 persen.
Sebagai langkah antisipasi, Bupati Warsubi bersama Wabup Salmanudin, Sekdakab Agus Purnomo, dan sejumlah kepala OPD meninjau langsung progres pembangunan di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Selasa (19/5).
”Untuk progres, sekitar 59, atau 60 persen di Jombang,” ujar Warsubi.
Ia menegaskan, Pemkab Jombang telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) agar pembangunan rampung akhir Juni 2026.
”Yang paling utama diselesaikan adalah ruang kelas, asrama, tempat ibadah, dan fasilitas makan untuk anak-anak,” katanya.
Meski gedung belum rampung, Pemkab sudah mulai membuka rekrutmen peserta didik baru sesuai arahan Kemensos.
”Pemkab Jombang diminta Kemensos membuka penjangkauan murid baru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Masing-masing tiga rombongan belajar dengan kapasitas 30 siswa per kelas,” papar dia.
Ia menambahkan, sasaran utama penerimaan adalah anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
”Harapannya anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa sekolah dengan baik karena semuanya sudah disediakan pemerintah tanpa biaya,” tuturnya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz