JombangBanget.id – Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang terus melakukan transformasi layanan ke arah digital.
Melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Pengujian Konstruksi, kini hadir inovasi terbaru bernama LAUK-ON (Layanan Administrasi Uji Konstruksi Online).
Aplikasi ini dirancang untuk memangkas birokrasi serta mempermudah masyarakat dan penyedia jasa konstruksi dalam mengakses layanan pengujian material bangunan secara lebih transparan dan efisien.
Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, mengatakan, kehadiran LAUK-ON merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih baik di Jombang.
Baca Juga: RDTR Ploso Jombang Terhubung OSS, Perizinan Tata Ruang Lebih Cepat dan Digital
”Melalui digitalisasi ini, kami ingin memastikan proses layanan menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat maupun pelaku jasa konstruksi,” katanya.
Selama ini, proses administrasi pengujian kerap dianggap memakan waktu karena harus dilakukan secara tatap muka.
Dengan aplikasi itu, seluruh tahapan kini dapat dilakukan melalui sistem daring.
Aplikasi tersebut menghadirkan sejumlah fitur unggulan, di antaranya layanan chat admin dan pendaftaran online yang memungkinkan konsultasi langsung dengan petugas tanpa harus datang ke lokasi.
”Serta pengisian formulir digital yang mempercepat proses administrasi,” imbuhnya.
Selain itu, terdapat fitur informasi jenis dan tarif layanan yang menampilkan daftar lengkap pengujian seperti uji tekan beton, uji aspal, dan lainnya sesuai regulasi yang berlaku, sehingga menjamin transparansi biaya.
Fitur jadwal pengujian lapangan juga disediakan untuk membantu kontraktor mengetahui jadwal kedatangan tim laboratorium ke lokasi proyek.
”Sehingga dapat menghindari benturan waktu di lapangan,” ujarnya.
Fitur monitoring progres pengujian memungkinkan pengguna memantau tahapan pengujian sampel.
Mulai dari proses di laboratorium hingga terbitnya sertifikat hasil uji.
Baca Juga: Binrohtal: Bukan soal Mewah, Ini 10 Keutamaan Haji yang Tekankan Keikhlasan
Hadirnya aplikasi itu diharapkan, mampu memperkuat standar mutu pembangunan di Jombang.
Menurutnya, kemudahan akses layanan ini akan mendorong pelaku konstruksi lebih disiplin dalam melakukan uji mutu material.
”Kami ingin memastikan setiap infrastruktur di Jombang memiliki kualitas yang teruji. LAUK-ON menjadi jembatan untuk memberikan kepastian mutu secara cepat dan transparan,” tuturnya.
Saat ini, aplikasi itu sudah dapat diakses publik.
”Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih modern, akuntabel, dan berbasis teknologi,” urainya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz