JombangBanget.id – Rencana Pemkab Jombang mengusulkan pembangunan flyover Mengkreng ke pemerintah pusat terus dimatangkan.
Proposal penyusunan sudah rampung dan ditandatangani Bupati Jombang Warsubi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Imam Bustomi menjelaskan, setelah ditandatangani bupati, proposal langsung diproses dua kepala daerah lain.
Saat ini, dokumen berada di Kabupaten Kediri untuk mendapatkan tanda tangan bupati Kediri. Tahapan berikutnya, proposal akan dibawa ke Kabupaten Nganjuk guna memperoleh persetujuan serupa.
”Sudah ditandatangani Abah Bupati. Sekarang posisi di Kediri untuk tanda tangan bupati Kediri, setelah itu dilanjutkan ke Nganjuk,” ujar dia.
Baca Juga: Terungkap Sedikit Demi Sedikit, Mayat Membusuk di Wonosalam Jombang Diduga Pemuda Mojokerto
Menurut dia, keterlibatan beberapa kepala daerah diperlukan karena lokasi simpang Mengkreng menjadi titik pertemuan wilayah Jombang, Kediri, dan Nganjuk.
Karena itu, dukungan administratif dari masing-masing daerah menjadi bagian penting sebelum pengajuan ke pemerintah pusat.
Setelah seluruh proses penandatanganan rampung, Pemkab Jombang bersama dua Pemkab lainnya akan segera mengajukan proposal tersebut ke Kementerian Pekerjaan Umum.
Tidak hanya sebatas pengajuan dokumen, pemkab juga menyiapkan langkah komunikasi lanjutan dengan Direktorat Jenderal Bina Marga.
”Kami juga menjadwalkan bertemu langsung dengan Pak Dirjen Bina Marga. Harapannya bisa menyampaikan rencana ini secara langsung,” katanya.
Imam menegaskan, langkah tersebut ditempuh agar usulan tidak berhenti di meja administrasi.
Pemkab ingin memastikan ada komunikasi intensif terkait kesiapan daerah sekaligus urgensi pembangunan flyover di Mengkreng.
”Karena kami bukan sekadar mengusulkan, tapi juga ingin berkomunikasi soal rencana pembangunan ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, rencana pembangunan flyover Mengkreng sejatinya telah lebih dulu diinisiasi pemerintah pusat.
Baca Juga: Tujuh Kepala Madrasah di Jombang Dilantik, Berikut Daftar Rotasi dan Promosinya
Kementerian PU bahkan disebut telah memiliki blueprint atau rencana induk pembangunan di kawasan tersebut. Namun, pemerintah daerah tetap perlu memperkuat usulan dengan data kondisi lapangan terkini.
”Dari pusat sebenarnya sudah ada rancangan pembangunan flyover. Kemarin kami kuatkan lagi dengan kondisi riil di lapangan, terutama terkait kemacetan,” jelasnya.
Berdasarkan perhitungan awal dari Kementerian PU, estimasi anggaran pembangunan flyover Mengkreng mencapai sekitar Rp 715 miliar.
Nilai tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring proses perencanaan teknis lanjutan.
”Itu hitungan awal dari Kementerian PU, sekitar Rp 715 miliar,” pungkasnya. (ang)
Editor : Ainul Hafidz