Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

DPRD Jombang Warning Proyek Seragam Gratis, Jangan Sampai Salah Ukuran Lagi

Azmy endiyana Zuhri • Minggu, 19 April 2026 | 11:10 WIB

 

DPRD Jombang menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas P&K Jombang membahas program seragam gratis, (10/4). (Azmy Endiyana/Radar Jombang)
DPRD Jombang menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas P&K Jombang membahas program seragam gratis, (10/4). (Azmy Endiyana/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Program seragam gratis di Kabupaten Jombang kembali disorot tajam.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang, Erna Kuswati, menyampaikan peringatan keras kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) agar tidak lagi mengulang kesalahan lama yang sempat menuai keluhan.

’’Sekarang masih pengadaan kain. Tapi karena ada tambahan seragam pramuka, jangan sampai perencanaannya asal-asalan. Semua harus dihitung matang,’’ katanya saat dengar pendapat dengan dinas P&K, (10/4).

Erna mengingatkan, tambahan seragam pramuka tahun ini membuat perencanaan harus jauh lebih detail dan presisi.

Dia secara tegas menyinggung persoalan klasik yang pernah terjadi.

Baca Juga: Student Journalism Jombang: SNBP Pilihan Terbaik

Mulai dari ukuran seragam yang tidak sesuai hingga kualitas bahan yang dinilai tidak layak. Kejadian tersebut tidak boleh kembali mencederai program yang sejatinya membantu masyarakat.

’’Jangan sampai kebesaran di anggaran, tapi kekecilan di badan siswa. Itu kan fatal dan memalukan,’’ tegasnya.

Program yang menyasar siswa SD/MI hingga SMP/MTs, baik negeri maupun swasta ini menelan anggaran miliaran rupiah.

Karena itu, DPRD Jombang memastikan tidak akan tinggal diam.

Pengawasan ketat bakal dilakukan di setiap tahapan, mulai dari pengadaan hingga distribusi.

DPRD ingin memastikan program ini benar-benar memberi manfaat, bukan justru menimbulkan persoalan baru.

’’Kami akan kawal total. Ini anggaran besar, jadi hasilnya juga harus maksimal. Jangan sampai ada lagi keluhan dari masyarakat,’’ tegasnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mulai memproses pengadaan kain seragam.

Seluruh penyedia diwajibkan memenuhi standar ketat, termasuk melampirkan hasil uji laboratorium kain.

Baca Juga: Dilantik Jadi Kepala Disdagrin Jombang, Ini Fokus Anjik Eko Saputro

’’Penyedia harus melampirkan hasil uji laboratorium kain tahun 2025 dari lembaga atau badan uji yang terakreditasi KAN (Komite Akreditasi Nasional) sesuai dengan spesifikasi,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma.

Setelah proses penentuan penyedia kain selesai, pihaknya akan memberikan waktu selama 120 hari untuk pemenuhan pengadaan kain sebelum masuk tahap penjahitan.

Untuk jenjang SD/MI, total pengadaan mencapai 20.000 potong kain seragam.

Meliputi seragam nasional merah putih untuk SD, hijau putih untuk MI. Serta seragam pramuka untuk keduanya.

Spesifikasi kain yang digunakan, lebar 1,47 meter untuk atasan dan bawahan, dengan komposisi 100 persen poliester.

Sementara untuk jenjang SMP/MTs, pengadaan mencapai 26.000 potong kain. Meliputi seragam nasional biru putih serta seragam pramuka.

Spesifikasi kain pada jenjang ini sama, lebar 1,47 meter dengan komposisi 100 persen poliester.

Setelah siswa baru masuk, mereka akan langsung diukur kemudian masuk proses menjahit. Sehingga ukuran benar-benar pas dengan badan siswa.

Pengadaan kain ditarget rampung Juli, penjahitan selesai September.

Di laman Sirup.inaproc.id, anggaran seragam gratis tercatat Rp 5,37 miliar untuk kain SMP/MTs. Rp 3,51 miliar untuk kain SD/MI.

Rp 5,98 miliar untuk jasa jahit SMP/MTs. Serta Rp 3,92 miliar untuk jasa jahit SD/MI. (yan/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#salah ukuran #seragam gratis #Jombang #Dinas P dan K Jombang #dprd jombang