JombangBanget.id – Memasuki akhir Februari, pergerakan lelang proyek di lingkungan Pemkab Jombang yang bersumber dari APBD 2026 masih jauh dari harapan.
Hingga kemarin, baru satu paket yang ditender. Lainnya masih dalam tahap penyusunan dokumen perencanaan masing-masing organisasi perangkat daerah.
’’Belum ada tambahan yang masuk, kemarin baru satu tambahannya. Proyek jalan dari Dinas PUPR saja,’’ kata Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Jombang, Dian Kusuma Rahmad Subekti.
Satu-satunya paket yang sudah naik tender yakni proyek konstruksi Puskesmas Gambiran di Kecamatan Mojoagung dengan pagu anggaran Rp 4,2 miliar dari APBD 2026.
Sedangkan tambahan satu yang diajukan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yakni proyek rekonstruksi jalan Mojolegi–Panglungan dengan pagu anggaran Rp 1,9 miliar bersumber APBD 2026.
Dokumen lelang paket tersebut sudah diterima tim Kelompok Kerja (Pokja). Namun, dalam proses penelaahan masih ditemukan sejumlah hal yang perlu direvisi.
”Kemarin dokumen sudah diterima teman-teman tim Pokja. Sekarang masih ada revisi,” imbuhnya.
Terkait materi revisi, salah satu poin yang sempat disampaikan, adanya perubahan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek tersebut.
Karena masih terdapat revisi, dokumen lelang tersebut sudah dikembalikan kepada OPD terkait untuk dilakukan perbaikan.
”Karena masih ada revisi, sehingga dokumennya kami kembalikan lagi ke OPD terkait,” tambahnya.
Hingga saat ini, dokumen yang telah direvisi tersebut belum kembali ke Bagian PBJ Setdakab Jombang.
Nantinya, setelah dokumen diterima kembali, tim Pokja akan melakukan review ulang sebelum proses lelang dapat dilanjutkan.
”Belum kembali lagi ke kami. Setelah kembali, akan direview tim Pokja lagi,” katanya.
Kondisi ini memperlihatkan hingga dua bulan awal tahun anggaran berjalan, sebagian besar organisasi perangkat daerah belum siap membawa programnya ke tahap tender.
Padahal, percepatan telah didorong Bagian PBJ Setdakab Jombang.
”Percepatan sebenarnya sudah kami sampaikan ke teman-teman OPD agar segera mengajukan atau sebisa mungkin mengirim berkas pengajuan lelang ke kami,” imbuhnya.
Namun, dorongan tersebut belum membuahkan hasil. Perencanaan di masing-masing OPD masih belum rampung. Sehingga berkas pengajuan belum bisa diproses.
’’Di dinas masing-masing ternyata perencanaan belum selesai, sehingga kami juga belum bisa apa-apa. Perencanaan di teman-teman OPD sekarang masih jalan. Jadi belum bisa naik tender,’’ tuturnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Agung Setiaji menyampaikan, paket peningkatan ruas Jalan Mojolegi–Panglungan sudah dikirim ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk dinaikkan ke tahap tender.
Untuk paket Proyek Strategis Daerah (PSD) jalan lainnya, dokumen perencanaan masih dalam tahap penyusunan konsultan perencana.
Ia memperkirakan penyusunan dokumen tersebut rampung pada awal Maret.
’’Awal Maret itu selesai. Setelah itu kami persiapan untuk penyusunan dokumen tender atau pengadaan barang dan jasa,’’ imbuhnya.
Dia menargetkan, paling lambat pertengahan hingga akhir Maret seluruh paket sudah diajukan ke Bagian PBJ untuk diproses lelang.
Ini dilakukan sebagai upaya percepatan. Agar nanti ketika pelaksanaan bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
’’Supaya bisa direalisasikan tepat waktu pada tahun anggaran 2026,’’ katanya.
Pemkab Jombang menetapkan 12 paket PSD untuk tahun anggaran 2026.
Lima di antaranya merupakan proyek penanganan jalan yang dilaksanakan Dinas PUPR Jombang.
Rinciannya, peningkatan ruas Jalan Mojolegi–Panglungan dengan pagu anggaran Rp 2 miliar.
Kemudian peningkatan ruas Jalan Mojoagung–Mojoduwur sebesar Rp 2,9 miliar.
Selain itu, rekonstruksi ruas Jalan Made–Asemgede dengan pagu Rp 2,8 miliar. Rekonstruksi ruas Jalan Gebangbunder–Plandaan sebesar Rp 2,8 miliar.
Serta peningkatan ruas Jalan Cukir–Mojowarno dengan pagu anggaran Rp 2,8 miliar. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz