Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Disnaker Jombang Genjot Pelatihan Kerja, 77 Persen Peserta Langsung Terserap

Ainul Hafidz • Jumat, 20 Februari 2026 | 15:51 WIB

 

SUKSES: Bupati Jombang Warsubi bersama Wabup Salmanudin Yazid meninjau pelatihan kerja gratis bidang menjahit di LPK Sri Rejeki, Senin (19/5).
SUKSES: Bupati Jombang Warsubi bersama Wabup Salmanudin Yazid meninjau pelatihan kerja gratis bidang menjahit di LPK Sri Rejeki, Senin (19/5).

JombangBanget.id – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya mendukung misi kedua Bupati dan Wakil Bupati Jombang, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat dan daerah secara berkesinambungan.

Komitmen tersebut juga selaras Perda Kabupaten Jombang Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD Kabupaten Jombang 2025–2029 yang di dalamnya terdapat program prioritas atau biasa disebut dengan Asta Cita Bupati yang menargetkan pertumbuhan ekonomi berkualitas dan peningkatan partisipasi angkatan kerja.

Disnaker supporting pada Asta Cita Bupati yang kedua yaitu mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing dengan program prioritas peningkatan kualitas dan kompetensi angkatan kerja melalui pelatihan, workshop dan balai latihan terkoneksi dengan perusahaan/unit usaha dan asta cita ketiga yaitu mengurangi pengangguran dengan program kerja balai latihan kerja yang terkoneksi dengan kebutuhan swasta dan program "Jemput Kerja" bagi keluarga tidak mampu usia produktif untuk disalurkan ke lapangan pekerjaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdianto, menjelaskan intervensi Disnaker dilakukan melalui program pelatihan dan penempatan kerja yang terintegrasi serta jemput kerja.

”Pelatihan berbasis kompetensi ini kami kolaborasikan dengan perangkat daerah terkait, LPK, dan BLK agar link and match dengan kebutuhan industri benar-benar berjalan,” ujarnya.

Strategi tersebut sejalan dengan arah kebijakan dalam Renstra Disnaker 2025–2029, yakni memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas tenaga kerja bersertifikat BNSP, serta memperkuat kerja sama dengan perusahaan (user).

Sepanjang 2025 hingga triwulan IV, sebanyak 504 peserta mengikuti pelatihan berbasis kompetensi, untuk masyarakat umum pencari kerja.

”Dari jumlah itu, 503 peserta mengikuti uji kompetensi dan 499 peserta dinyatakan lulus (99,20%), dengan 387 orang telah terserap bekerja (77,56%),” beber Isawan.

Pelatihan yang digelar meliputi jahit upper sepatu (237 peserta), digital marketing (52 peserta), kuliner (64 peserta), jahit baju (36 peserta), tata rias (31 peserta), hantaran (20 peserta).

Administrasi perkantoran (16 peserta), caregiver (16 peserta), las welder (16 peserta), hingga otomotif (16 peserta).

Sementara untuk pelatihan berbasis kompetensi bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI/CTKI), sebanyak 46 peserta mengikuti pelatihan berbasis kompetensi.

Dari jumlah itu, semua peserta mengikuti uji kompetensi dan 46 peserta dinyatakan lulus (100%), dengan 33 orang telah terserap bekerja (71,74%).

Adapun pelatihan untuk CPMI  meliputi housekeeper (5 orang), kapal pesiar/perhotelan (31 orang), dan bahasa Jepang (10 orang).

Dalam rangka suporting pengentasan kemiskinan, Disnaker dalam menyelenggarakan pelatihan telah berupaya menyasar penduduk miskin.

Dengan jumlah peserta dengan tingkat kesejahteraan desil 1-4 sebanyak 229 (45,44%) dan peserta di atas desil 5  sebanyak 274 (54,47%).

”Selain itu juga terdapat 3 orang peserta disabilitas yang sudah penempatan kerja,” imbuhnya.

Selain menggunakan APBD Kabupaten Jombang, UPT BLK Provinsi di Kabupaten Jombang ikut berkolaborasi dalam rangka mengurangi pengangguran.

Data UPT BLK Jombang mencatat 398 orang lulusan pelatihan berhasil ditempatkan bekerja di sejumlah perusahaan dalam dan luar daerah sebanyak 233 orang (58,54%) dan melakukan uaha mandiri sebanyak 165 orang (41,46%).

Disnaker juga mengembangkan pelatihan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) serta mendorong wirausaha baru melalui pelatihan usaha mandiri seperti servis AC, servis HP.

Budidaya lele, hingga content creator sebanyak 177 orang peserta dengan peserta yang berwira usaha mandiri sebanyak 138 orang ( 77,97%) yang menunjukkan tingkat serapan tinggi.

Selain pelatihan, Disnaker juga mengoptimalkan penempatan kerja melalui job fair.

Selama tahun 2025 dilaksanakan sebanyak dua kali. Pertama dengan jumlah lowongan sebanyak 1.311 dan penempatan sebanyak 394 orang.

Sedangkan untuk job fair yang kedua dengan jumlah lowongan sebanyak 3.952 dan penempatan sebanyak 519 orang.

Untuk meningkatkan kinerja, tahun 2026 direncanakan program job fair atau program ”Jemput Kerja” dilaksanakan empat kali dalam satu tahun tidak hanya bersifat seremonial.

”Untuk  yang pertama ini dengan jumlah lowongan sebanyak 552 dan penempatan sebanyak 27 orang,” bebernya.

Isawan menambahkan, sasaran Disnaker tidak hanya meningkatkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Tingkat Kesempatan Kerja (TKK), tetapi juga menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan tata kelola birokrasi yang efektif.

”Kami ingin memastikan tenaga kerja Jombang kompeten, terserap, atau bahkan mampu membuka usaha sendiri. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis angka pengangguran dapat terus ditekan,” harapnya. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #TPT #pelatihan kerja #pekerja #pengangguran terbuka #pengangguran #Terserap #Disnaker Jombang #Jombang