JombangBanget.id – Lahan seluas 3,7 hektare di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang yang dibeli Pemkab Jombang pada 2022 lalu dengan anggaran Rp 22,6 miliar, hingga awal 2026 masih menganggur.
Pemanfaatannya pun semakin tidak jelas. Karena tidak ada rencana pembangunan di atas lahan tersebut tahun ini.
Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Yustinus Harris Eko Prasetijo mengatakan, pemkab tidak mengalokasikan anggaran pembangunan di lahan itu pada 2026.
”Untuk tahun ini tidak ada kegiatan di sana. Jadi masih kosong,” ujar Harris.
Awalnya lahan tersebut disiapkan untuk pembangunan pasar sebagai lokasi relokasi pedagang Pasar Citra Niaga (PCN).
Namun, rencana itu sampai sekarang belum terealisasi, anggaran dari pemerintah pusat yang diharapkan juga masih belum jelas.
Akibatnya, Pemkab Jombang juga tidak mampu menganggarkan pembangunan pasar secara mandiri.
Pasalnya, kebutuhan dana untuk membangun pasar tersebut mencapai sekitar Rp 100 miliar.
”Rencananya dulu untuk pasar relokasi Citra Niaga. Tapi, dana pusat tidak jadi turun. Kalau dari APBD tidak sanggup karena kebutuhan anggarannya besar,” jelasnya.
Kondisi semakin berat lantaran saat ini pemerintah daerah juga tengah melakukan efisiensi anggaran.
Akibatnya, tidak ada pos anggaran yang bisa dialokasikan untuk pemanfaatan lahan itu.
”Sekarang juga ada efisiensi, jadi memang belum ada anggaran sama sekali untuk lahan itu,” imbuhnya.
Harris pun mengaku belum bisa memastikan apakah ke depan lahan tersebut tetap akan digunakan untuk pembangunan pasar atau dialihkan untuk peruntukan lainnya.
”Masih belum bisa dipastikan. Bisa tetap untuk pasar, bisa juga untuk fungsi lain, tergantung kebijakan nanti,” pungkasnya. (yan/fid)
Editor : Ainul Hafidz