JombangBanget.id - Rencana Bupati Jombang Warsubi menggelar seleksi terbuka (selter) untuk mengisi sejumlah kursi pejabat eselon II B yang kosong mendapat sorotan DPRD.
Wakil Ketua DPRD Jombang, Donny Anggun, mengingatkan agar proses selter tidak berhenti pada seremonial belaka.
”Kalau bupati menyampaikan segera dilakukan seleksi terbuka, itu jauh lebih bagus. Artinya transparan dan kompeten. Syarat untuk menjadi kepala dinas harus sesuai kemampuan, harus bisa menerjemahkan visi misi bupati,” tegas Donny.
Saat ini, empat jabatan eselon II B masih kosong.
Rinciannya, Kepala Disporapar dijabat Plt Hartono, Kepala Dinas PUPR dijabat Plt Imam BustomI.
Kepala Dinas Perkim dijabat Plt Saiful Anwar, serta satu posisi Staf Ahli Bupati.
Per 1 Februari, jumlah kekosongan bertambah menjadi lima setelah Kepala Disdagrin Jombang Suwignyo memasuki purnatugas.
Donny menekankan pentingnya penempatan pejabat sesuai bidang keahlian, terutama di OPD strategis. ”Khususnya infrastruktur, itu penting.
Intinya pejabat yang terpilih harus kompeten sesuai bidangnya, supaya target visi misi bupati lima tahun bisa terealisasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pengisian jabatan tidak sekadar cepat, tetapi tetap berkualitas.
”Pengisian harus segera dilakukan, tapi harus kompeten. Jangan terburu-buru tapi tidak kompeten. Kalau salah pilih, nanti bisa terjadi pergantian lagi. Itu justru memperlambat pencapaian visi misi,” tandasnya.
Selain itu, Donny meminta proses seleksi berjalan sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan hukum.
”Jangan sampai meniru daerah lain yang akhirnya kena proses hukum. Di Jombang jangan sampai terjadi hal yang sama. Lakukan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.
Kepala BKPSDM Jombang, Anwar, membenarkan Suwignyo akan purnatugas per 1 Februari. Ia menyebut pemkab sudah mulai menyiapkan administrasi untuk selter.
”Sekarang masih berproses, sabar ditunggu dulu. Yang jelas kalau kita buka, akan kita sampaikan lewat pengumuman resmi,” ujarnya.
Sebelumnya, pascamutasi besar-besaran di Pemkab Jombang pada 16 Januari lalu, sejumlah kursi pejabat eselon II B kosong.
Posisi strategis yang belum terisi yakni Kepala Dinas PUPR, Kepala Disporapar, Kepala Dinas Perkim, serta Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan.
Bupati Jombang Warsubi memastikan kekosongan jabatan tidak mengganggu pelayanan publik.
”Kita tetap memastikan pelayanan publik berjalan normal. Jabatan yang belum terisi akan segera diisi oleh Plt, dan selanjutnya akan kita proses melalui seleksi terbuka,” ujarnya.
Warsubi menegaskan, seleksi terbuka untuk jabatan pimpinan tinggi pratama segera digelar.
Ia telah menugaskan Sekdakab Agus Purnomo bersama BKPSDM menyiapkan tahapan administrasi.
”Kalau ditanya targetnya, insya Allah dalam hitungan minggu. Kami ingin jabatan-jabatan strategis ini segera diisi secara definitif,” ungkapnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz