JombangBanget.id – Pelebaran jalan kabupaten ruas Kalianyar–Selorejo, Jombang menyisakan persoalan di sejumlah titik.
Sejumlah jembatan yang tidak ikut dilebarkan kini menjadi titik penyempitan arus lalu lintas dan berpotensi memicu kecelakaan.
Salah satunya berada di jembatan Desa Jarakkulon, Kecamatan Jogoroto, Jombang.
Kondisi jalan di sekitar lokasi sudah dilebarkan hingga sekitar 7 meter. Namun lebar jembatan masih sekitar 5 meter.
Perbedaan lebar tersebut membuat arus lalu lintas menyempit saat melintas di jembatan.
”Jalannya di sini sudah lebar, hanya jembatan saja itu masih sempit,” ujar Ardi, salah seorang warga.
Ia menyebut, setiap harinya arus lalu lintas di ruas tersebut cukup padat.
Selain kendaraan pribadi, tidak sedikit kendaraan besar yang melintas, mulai dari truk hingga bus pariwisata, terutama pada malam hari.
”Malam hari itu sering truk gede lewat sini, bus pariwisata juga sekarang terkadang banyak yang lewat sini,” tuturnya.
Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama saat berpapasan di titik jembatan yang sempit.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Jombang Agung Setiaji membenarkan adanya sejumlah titik penyempitan di jalan kabupaten akibat jembatan yang belum dilebarkan.
Baca Juga: Jembatan Kudubanjar Segera Dibangun, Segini Anggaran yang Disiapkan Pemkab Jombang
Ia menyebut, ada dua titik. Masing-masing ruas Kalianyar–Selorejo dan ruas Cukir–Mojowarno.
”Tahun ini sudah kita anggarkan untuk pelebaran jembatan di dua titik tersebut,” terangnya.
Pelebaran tidak dilakukan dengan membongkar seluruh struktur, melainkan dengan menambah lebar di salah satu sisi jembatan.
”Jalan yang sudah dilebarkan, kondisi jembatan masih sama. Itu yang akan kita lebarkan dengan ditambahi satu sisi,” jelasnya.
Desain teknis pelebaran jembatan saat ini belum disusun. Jika memungkinkan dan menyesuaikan anggaran, pelebaran bisa dilakukan di dua sisi.
”Menyesuaikan anggaran. Kalau memungkinkan, bisa kita tangani dua sisi,” tambahnya.
Untuk anggaran, Pemkab Jombang mengalokasikan sekira Rp 200 juta untuk masing-masing titik.
”Pagunya Rp 200 juta masing-masing titik, sementara tahun ini kita fokuskan di Kalianyar-Selorejo, dan Cukir-Mojowarno,” katanya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz