JombangBnaget.id – Pemkab Jombang menargetkan pembangunan jembatan di Dusun Banjarejo, Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu, mulai dikerjakan Mei mendatang.
Target itu sesuai arahan Bupati Warsubi agar proyek segera terealisasi setelah lama dinantikan warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Jombang, Syaiful Anwar, menegaskan desain jembatan tidak berubah.
Tetap menggunakan jembatan bailey atau rangka baja sesuai dokumen perencanaan yang rampung tahun lalu.
”Tidak ada perubahan desain. Masih tetap menggunakan jembatan bailey atau rangka baja sesuai dokumen perencanaan tahun lalu,” kata Syaiful.
Saat ini tahapan pembangunan masih berada pada proses administrasi awal.
Rencana pengadaan sedang diinput ke Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP).
Dari sana akan ditentukan metode pengadaan, apakah melalui lelang atau e-katalog.
”Sekarang dinaikkan ke SiRUP dulu. Nanti akan disarankan menggunakan lelang atau e-katalog, karena material jembatan bersifat khusus atau pabrikasi. Bisa jadi nanti menggunakan e-katalog mini kompetisi,” imbuhnya.
Dengan dokumen perencanaan yang sudah siap, konstruksi ditargetkan bisa dimulai Mei. Pengerjaan diperkirakan berlangsung tiga bulan.
”Target dari Abah Bupati, Mei sudah mulai konstruksi. Pengerjaan diperkirakan sekitar tiga bulan, sehingga Agustus sudah selesai,” ujarnya.
Kepala Desa Kudubanjar, Gatot Kuswanto, menyambut baik target tersebut. Ia berharap pembangunan benar-benar terealisasi tahun ini.
”Semoga bisa terealisasi tahun ini. Jembatan sudah ditinjau Gus Wabup (Salmanudin) dan juga Abah Bupati (Warsubi) bersama OPD. Terima kasih sudah berkenan datang melihat kondisi di Kudubanjar,” ucap Gatot.
Jembatan bailey yang akan dibangun memiliki lebar sekitar 4 meter dengan panjang 27–30 meter.
Lebih lebar dibanding jembatan lama yang putus sejak 2019.
Pemkab Jombang menyiapkan anggaran Rp 3 miliar dalam APBD 2026 untuk proyek ini. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz