JombangBanget.id – Proyek pembangunan Jembatan Kudubanjar, Jombang kembali dilanjutkan.
Setelah tahun lalu gagal tender hingga tiga kali, tahun ini Pemkab Jombang memastikan proses lelang dipercepat.
Dokumen perencanaan proyek dengan pagu sekitar Rp 3 miliar sudah rampung dan kini dalam tahap reviu Inspektorat.
Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, Ahmad Rofiq Ashari, mengatakan seluruh dokumen perencanaan sebenarnya sudah rampung.
”Perencanaannya sudah selesai. Sekarang masih proses review oleh Inspektorat. Setelah itu selesai, langsung kita naikkan lelang. Targetnya Februari sudah masuk PBJ dengan sistem mini kompetisi,” kata Rofiq, Selasa (6/1).
Ia menegaskan, anggaran pembangunan jembatan telah disiapkan dan tidak mengalami perubahan.
Tender dilakukan lebih awal sebagai bentuk evaluasi atas kegagalan lelang tahun sebelumnya yang sampai tiga kali tidak mendapatkan penawar.
”Anggarannya sudah siap, sekitar Rp 3 miliar. Karena tahun lalu gagal lelang sampai tiga kali, maka tahun ini kita dorong sejak awal supaya tidak terulang,” jelasnya.
Jembatan yang akan dibangun memiliki panjang 27 meter dengan lebar 4 meter.
Infrastruktur ini dirancang mampu dilalui kendaraan roda empat hingga truk, sehingga diharapkan dapat memperlancar akses antarwilayah serta menunjang aktivitas ekonomi warga di Kecamatan Kudu dan Ngusikan.
”Jembatan ini nantinya bisa dilalui kendaraan besar, termasuk truk,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Jembatan Kudubanjar memiliki peran vital sebagai penghubung Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu dengan Desa Sumbernongko dan Desa Sumberteguh, Kecamatan Ngusikan.
Wilayah ini terbelah Kali Marmoyo. Saat ini, warga mengandalkan jembatan darurat hasil swadaya masyarakat pada 2022 yang hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki.
”Untuk kendaraan roda empat, warga harus memutar sejauh 1–1,5 kilometer ke jembatan lain di sisi timur atau barat,” jelas Gatot. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz