JombangBanget.id – Pemkab Jombang menegaskan komitmennya dalam penataan Pasar Ploso.
Area depan pasar yang sebelumnya dipenuhi pedagang kini bersih, seiring rampungnya proyek rehabilitasi.
Meski tidak lagi digunakan untuk aktivitas perdagangan, lahan tersebut tetap disewa pemerintah daerah dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Pantauan di lokasi, lahan di pinggir jalan provinsi itu sebelumnya dipenuhi lapak lesehan dan bangunan semi permanen.
Kini, area tersebut disulap menjadi taman, sementara pedagang direlokasi ke Pasar Buah di kawasan Sub Terminal Ploso.
Kepala Disdagrin Jombang Suwignyo melalui Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting, Yustinus Harris Eko Prasetijo, menjelaskan lahan itu secara legal tetap disewa.
”Lahan di depan itu merupakan milik PT KAI. Jadi kami menyewa ke PT KAI, sekitar Rp 112 juta per tahun,” ujarnya, Senin (5/1).
Pemkab juga sudah mengajukan pemanfaatan area tersebut untuk penataan ke depan.
”Mereka dari perwakilan Daop 7 Madiun juga sudah datang ke lokasi, melakukan pengukuran dan hasilnya sudah sesuai,” tambahnya.
Luas lahan yang disewa sekitar 2.382 meter persegi tanpa bangunan permanen. Skema pemanfaatan tetap menggunakan sistem sewa dan anggarannya dialokasikan dalam APBD.
”Pemerintah daerah tetap menyewa. Makanya sudah dianggarkan,” jelas Harris.
Untuk pedagang di Pasar Buah, pemkab menerapkan sistem retribusi karcis, bukan sewa.
”Untuk bangunan baru di Pasar Buah, sistemnya retribusi karcis, bukan sewa. Sama seperti pasar yang lain,” ujarnya.
Penataan ini diharapkan menciptakan kawasan pasar yang lebih tertib.
”Selain itu juga nyaman, dan mendukung aktivitas perdagangan secara lebih teratur,” katanya.
Sebagaimana diketahui, pembangunan Pasar Buah menelan anggaran Rp 3,5 miliar, sedangkan rehabilitasi Pasar Ploso Rp 3,9 miliar.
Proyek dimulai 18 Juli 2025 dan ditargetkan rampung 15 Desember 2025. Namun rehabilitasi sempat molor dua hari hingga 17 Desember 2025 dan dikenai denda sesuai ketentuan. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz