JombangBanget.id - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang memastikan seluruh pedagang yang selama ini berjualan dengan sistem sif, baik malam maupun pagi hari, akan dimasukkan ke dalam Pasar Ploso.
Langkah tersebut ditempuh untuk menertibkan kawasan pasar agar tidak kembali semrawut pascarehabilitasi.
Kepala Disdagrin Jombang Suwignyo melalui Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Yustinus Harris Eko Prasetijo mengatakan, perbaikan lapak di Pasar Ploso telah rampung dilakukan. Pekerjaan dimulai dari Blok F.
”Di dalam Pasar Ploso sudah diperbaiki, dimulai dari Blok F. Ada sekitar 60 lapak yang sebelumnya rusak dan kini sudah selesai diperbaiki,” ujar Harris.
Lapak-lapak tersebut akan ditempati sekitar 160 pedagang yang selama ini berjualan dengan sistem sif.
Para pedagang akan berjualan secara bergantian sesuai karakteristik waktu operasional masing-masing.
”Mereka akan masuk ke dalam lapak Pasar Ploso yang sudah kita perbaiki. Jadi berjualannya gantian, karena di sana memang sistemnya sif,” imbuhnya.
Menurut Harris, sebagian pedagang akan menempati area di dalam pasar, sementara sebagian lainnya berada di selasar.
Namun ia menegaskan, area lorong harus sudah bersih mulai pukul 06.00 WIB.
”Jadi mereka ini sudah terdata dan merupakan pedagang asli Pasar Ploso, cuma jualannya ini sejak malam. Pagi itu harus bersih,” tuturnya.
Untuk memastikan ketertiban tetap terjaga, Disdagrin menyiapkan pengawasan bersama lintas instansi.
Baca Juga: Pasar Ploso Baru Sudah Dibangun, Seluruh Lapak di Trotoar Bakal Ditertibkan dan Wajib Masuk Pasar
Pengawasan akan melibatkan linmas, pihak kecamatan, hingga unsur muspika agar tidak ada pedagang yang kembali berjualan di luar area pasar.
”Pengawasan ini penting. Kami akan bermitra dengan linmas, pihak kecamatan, dan muspika untuk membantu pengawasan agar kawasan tetap steril dan tidak semrawut lagi,” katanya.
Penataan pedagang tersebut juga telah dibahas dalam rapat bersama paguyuban pedagang.
Paguyuban diharapkan ikut berperan melakukan pendekatan dan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ploso, termasuk dalam penjagaan bersama petugas Disdagrin.
”Harapannya kawasan yang di depan itu benar-benar steril,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, rehabilitasi Pasar Ploso menelan anggaran sebesar Rp 3,9 miliar.
Sementara pembangunan Pasar Buah di kawasan Sub Terminal Ploso mencapai Rp 3,5 miliar.
Kedua proyek dimulai pada 18 Juli dan ditargetkan rampung pada 15 Desember.
Khusus rehabilitasi Pasar Ploso, pekerjaan sempat molor dua hari hingga 17 Desember sehingga kontraktor dikenai denda berjalan sesuai ketentuan.
Sebelumnya, Bupati Jombang Warsubi telah menetapkan penggunaan bersama Terminal Ploso melalui Keputusan Bupati Jombang Nomor: 100.3.3.2/176/415.10.1.3/2025 pada April 2025.
Dari total luas Terminal Ploso 8.200 meter persegi, Disdagrin Jombang memanfaatkan 1.361 meter persegi.
Sementara Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang masih menggunakan 6.839 meter persegi. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz