JombangBanget.id – Aktivitas penataan kawasan Pasar Ploso, Jombang mulai dilakukan, Senin (29/12).
Deretan lapak semi permanen yang sebelumnya berdiri di trotoar, pinggir jalan, dan depan Pasar Ploso mulai dibersihkan.
Pedagang kini berjualan di Pasar Buah kompleks Sub Terminal Ploso. Wajah Pasar Ploso kini lebih rapi.
Pantauan di lokasi, pita pembatas berwarna kuning-hitam terpasang di depan Pasar Ploso.
Sementara sebagian pedagang membongkar lapaknya secara mandiri.
Area yang sebelumnya digunakan untuk berjualan lesehan kini juga sudah berubah sepi dan menjadi taman, menyisakan sejumlah perkakas pedagang yang belum dipindahkan.
Sutaji, 60, salah satu pedagang buah mengatakan, para pedagang mulai dipindahkan ke Pasar Buah berada di kawasan Sub Terminal Ploso sejak Minggu (28/12) sore.
Pedagang kini sudah tidak diperbolehkan lagi berjualan di pinggir jalan atau depan Pasar Ploso.
”Sekarang di depan Pasar Ploso sudah mulai dibongkar, tidak boleh jualan lagi di sana. Listriknya juga sudah dipadamkan,” ujarnya.
Menurut Sutaji, pembongkaran bangunan semi permanen dilakukan pedagang masing-masing, bukan bagian dari proyek pemerintah.
”Dibongkar sendiri-sendiri pedagang,” imbuhnya.
Sementara itu, aktivitas jual beli di Pasar Buah Sub Terminal Ploso mulai hidup. Sejumlah pedagang menempati lapak yang disediakan.
Barisan paling depan diisi pedagang buah, disusul pedagang kelapa.
Pedagang kaki lima yang sebelumnya berjualan di depan Pasar Ploso kini juga menempati area depan ACP bertuliskan Pasar Buah.
”Yang pindah ke sini pedagang buah dan kelapa. Kalau pedagang buah jumlahnya tidak sampai 20 orang, sementara pedagang kelapa paling banyak, itu lebih dari 50 pedagang,” jelas Sutaji.
Pedagang kelapa yang sebelumnya berjualan di depan Pasar Ploso juga berpindah ke Pasar Buah.
Bahkan pedagang yang biasa berjualan malam hari kini beraktivitas di sekitar kawasan Pasar Buah.
Sementara pedagang lesehan, sebagian dimasukkan ke dalam Pasar Ploso, dan sebagian lainnya berjualan di Pasar Buah.
Sutaji berharap seluruh pedagang bisa dipusatkan di Pasar Buah dan Pasar Ploso. Sehingga tidak ada lagi aktivitas jual beli di pinggir jalan.
”Supaya tertib dan tidak semrawut. Pembeli juga tahu sekarang jualannya di Pasar Buah, bukan lagi di pinggir jalan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan salah satu pedagang Pasar Ploso.
Ia mengakui pedagang yang selama ini berjualan di depan Pasar Ploso atau di pinggir jalan sudah mulai boyongan ke Pasar Buah.
Dia mengapresiasi langkah dinas dalam melakukan penataan. Namun demikian, ia mengingatkan agar konsep Pasar Buah tetap dijaga sesuai peruntukannya.
”Harusnya diisi komoditas buah dan kelapa. Pedagang lain sebaiknya dimasukkan ke dalam Pasar Ploso karena masih banyak lapak kosong,” kata salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Ia menilai, jika Pasar Buah diisi pedagang campuran, bukan khusus buah, dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
”Intinya, dimanapun tempatnya, yang penting masuk ke kawasan Pasar Ploso. Dengan penataan ini, traffic Pasar Ploso akan tetap terjaga,” pungkasnya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz