Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Sepanjang 2025, Produksi Padi di Jombang Melonjak 125 Ribu Ton, Faktor Ini Jadi Kunci

Anggi Fridianto • Selasa, 30 Desember 2025 | 15:12 WIB
Ilustrasi panen padi.
Ilustrasi panen padi.

JombangBanget.id - Produksi padi tahun 2025 di Kabupaten Jombang melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain luas tanam bertambah, faktor iklim mendorong petani banyak beralih dari komoditas non-padi ke padi.

Data Badan Pusat statistik (BPS) Jombang mencatat luas panen padi di Jombang pada 2025 diperkirakan mencapai 71.545 hektare.

Angka ini meningkat 16.176 hektare atau sekitar 29,21 persen dibandingkan luas panen 2024 yang berada di angka 55.369 hektare.

Seiring bertambahnya luas panen, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) juga ikut terkerek naik.

Sepanjang 2025, produksi GKP diperkirakan mencapai 537.103 ton.

Jumlah tersebut meningkat 125.553 ton atau 30,51 persen dibandingkan produksi GKP tahun 2024 yang tercatat 411.550 ton.

Kenaikan serupa juga terjadi pada produksi Gabah Kering Giling (GKG).

Tahun ini, produksi GKG diperkirakan mencapai 446.715 ton, naik 104.424 ton atau 30,51 persen dari produksi 2024 yang sebesar 342.291 ton.

Dampaknya terasa hingga ke produksi beras untuk konsumsi penduduk.

Pada 2025, produksi beras diperkirakan mencapai 257.942 ton.

Baca Juga: Musim Kemarau Basah Jadi Peluang, Petani di Jombang Tanam Padi Tiga Kali dalam Setahun

Angka tersebut meningkat 60.296 ton atau 30,51 persen dibandingkan produksi beras tahun lalu yang berada di kisaran 197.646 ton.

Kepala Dinas Pertanian Jombang, M Rony, tak menampik capaian tersebut. Pihaknya, juga telah melakukan hitungan berdasarkan data tim di lapangan.

”Luas panen padi pada 2025 diperkirakan sekitar 71.545 hektare, mengalami kenaikan sebesar 16.176 hektare atau 29,21 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 55.369 hektare,’’ ujar dia.

Selain itu, produksi padi dalam bentuk GKP pada 2025 diperkirakan sebanyak 537.103 ton GKP (produktivitas 7,5 ton GKP/hektare), mengalami kenaikan sebanyak 125.553 ton GKP atau 30,51 persen dibandingkan produksi padi GKP di 2024 yang sebanyak 411.550 ton GKP.

”Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025 diperkirakan sebanyak 446.715 ton GKG (produktivitas 6,24 ton GKG/ hektare), mengalami kenaikan sebanyak 104.424 ton GKG atau 30,51 persen dibandingkan produksi padi GKG di 2024 yang sebanyak 342.291 ton GKG,’’ papar dia memerinci.

Rony menguraikan, salah satu faktor utama datang dari kondisi iklim. Sepanjang 2025, Jombang mengalami kemarau basah.

Curah hujan relatif stabil dan tersebar merata. Kondisi ini sangat mendukung pertumbuhan padi, sekaligus mendorong percepatan jadwal tanam.

”Musim tanam maju dibandingkan tahun sebelumnya. Petani bisa lebih cepat menanam padi,” ujarnya.

Selain faktor iklim, terjadi pergeseran pola tanam di tingkat petani. Banyak komoditas nonpadi beralih ke padi.

Sejumlah lahan yang sebelumnya ditanami jagung, semangka, hingga tanaman garnis, kini lebih banyak digunakan untuk padi karena kondisi lahan dan cuaca lebih sesuai.

”Dengan iklim basah, petani cenderung memilih padi karena risikonya lebih kecil,” imbuh Rony.

Dukungan infrastruktur pertanian juga memberi kontribusi besar.

Program irigasi perpompaan yang digulirkan pemerintah membantu mengatasi kekurangan air di sejumlah wilayah.

Lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanami padi satu kali dalam setahun, kini mampu ditanami dua kali bahkan lebih.

”Indeks pertanaman meningkat. Dari satu kali tanam padi menjadi dua kali, bahkan ada yang lebih,” katanya.

Tak kalah penting, program optimasi lahan atau OPLAH ikut mendorong peningkatan produksi. Di Jombang, program ini menyasar lahan seluas 3.311 hektare.

”Seluruh lokasi program mengalami peningkatan indeks pertanaman, sehingga produktivitas lahan semakin optimal,” pungkasnya. (ang/naz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #panen padi #gkg #GKP #produksi gabah #produksi padi #provitas padi #produksi #bps #GKS #harga #disperta jombang #gabah #beras