JombangBanget.id – Proses pembebasan lahan untuk perluasan Sekolah Rakyat di kawasan eks Terminal Barang Tunggorono, Kecamatan Jombang, tinggal selangkah lagi tuntas.
Total luas lahan yang dibeli pemkab seluas 11.576 meter persegi.
Seluruh administrasi telah diselesaikan, pembayaran lahan pun mulai diproses untuk dicairkan ke rekening warga.
Kepala Dinas Sosial Jombang, Agung Hariadi, menjelaskan seluruh tahapan administrasi pelepasan hak sudah dilalui.
Proses dilakukan di hadapan notaris, mencakup penandatanganan akta jual beli (AJB) hingga penyelesaian surat perintah membayar (SPM).
”SPM sudah terbit tertanggal 24 Desember. Administrasi pembayaran AJB dan pelepasan hak sudah selesai semua,” terang Agung.
Saat ini, lanjutnya, proses pembebasan lahan tinggal menunggu penerbitan surat perintah pencairan dana (SP2D) di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang.
Jika tidak ada kendala, dana pembayaran diperkirakan segera masuk ke rekening masing-masing warga.
”Kemungkinan dalam waktu dekat sudah masuk ke rekening. Kami berharap warga bisa segera menerima pembayaran,” imbuhnya.
Dijelaskan, total luas lahan yang dilepas mencapai 11.576 meter persegi.
Nilai pembayarannya sebesar Rp 7.911.254.300.
”Harga tanah berkisar Rp 682 ribu hingga Rp 684 ribu per meter persegi,” imbuhnya.
Pengadaan lahan ini telah dialokasikan dalam APBD perubahan 2025.
Pemkab Jombang menyiapkan anggaran Rp 17,9 miliar.
Rinciannya, Rp 8,8 miliar untuk pembelian lahan dan Rp 9,1 miliar untuk pengurukan serta penyiapan lokasi sebelum pembangunan fisik dimulai.
Terpisah, Kepala BPKAD Jombang, M Nasrulloh, menyampaikan proses pencairan masih berjalan. Menjelang akhir tahun, jumlah SPM yang masuk cukup banyak.
”Di akhir tahun memang ratusan SPM masuk. Saya belum bisa mengecek satu per satu,” ujarnya singkat.
Meski demikian, proses pembebasan lahan Sekolah Rakyat ini hampir sepenuhnya rampung.
Tahapan selanjutnya tinggal menunggu pencairan dana sebelum masuk ke tahap penyiapan lahan. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz