JombangBanget.id – Menjelang akhir tahun, penyaluran pupuk subsidi di Jombang terus menunjukkan perkembangan.
Hingga pertengahan Desember, tingkat penyerapan pupuk subsidi berada di kisaran 90 persen.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M. Rony, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Eko Purwanto mengatakan bahwa penyaluran pupuk subsidi masih terus berjalan hingga akhir tahun.
”Sampai mendekati akhir tahun, serapan pupuk subsidi sudah kisaran 90-an persen. Yang jelas, serapan ini terus berkembang,” ujar Eko Purwanto, kemarin.
Berdasarkan data per 16 Desember 2025, penyaluran pupuk subsidi terinci ada lima jenis pupuk.
Pupuk Urea dari alokasi 25.454 ton yang sudah tersalurkan sebesar 91 persen atau sekitar 23.163,14 ton.
Sementara pupuk NPK dari alokasi 22.724 ton sudah tersalurkan 96 persen atau 21.815,04 ton.
Sementara pupuk ZA dari alokasi 440 ton sudah tersalurkan 77 persen atau sekitar 338,80 ton.
Sedangkan pupuk NPK Formula Khusus atau NPK Kakao, dari alokasi 11 ton sudah terserap 59 persen.
”Pupuk organik dari alokasi 14.243 ton sudah tersalur 74 persen atau sekitar 10.539,82 ton,” imbuhnya.
Melihat tingginya kebutuhan petani, Disperta Jombang juga berencana mengajukan tambahan alokasi pupuk NPK sekitar 90 ton.
Pengajuan tersebut dimungkinkan ketika terdapat kabupaten lain yang realisasi serapan NPK-nya tidak maksimal.
”Kami berencana mengajukan tambahan sekitar 90 ton untuk pupuk NPK. Jika ada kabupaten lain yang tidak menyerap, akan kami sampaikan agar usulan ini bisa terealisasi,” jelas Eko.
Mekanisme penyaluran pupuk subsidi saat ini relatif lebih cepat. Karena menggunakan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas. Dengan sistem tersebut, proses penyaluran dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
”Bisa saja terealisasi. Sekarang penyaluran pupuk subsidi menggunakan SK kepala dinas, sehingga waktunya bisa lebih cepat, satu sampai dua hari sudah bisa selesai,” katanya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz