JombangBanget.id – Tugu Jombang di Kecamatan Bandarkedungmulyo yang menelan anggaran hingga Rp 1 miliar rontok sebelum diresmikan.
Kerusakan akibat angin kencang Kamis (11/12) sore itu langsung memantik reaksi DPRD Jombang.
Komisi C bergerak cepat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek yang baru sekitar sebulan rampung.
Ketua Komisi C DPRD Jombang, M. Zahrul Jihad, menegaskan kerusakan masih menjadi tanggung jawab kontraktor karena proyek masih dalam masa pemeliharaan.
”Kerusakan tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor karena proyek masih dalam masa pemeliharaan,” terang Zahrul Jihad.
Ia menekankan, kontraktor wajib memperbaiki sekaligus memastikan pemasangan Aluminium Composite Panel (ACP) dilakukan dengan konstruksi lebih kuat agar kejadian serupa tidak terulang.
Komisi C juga berencana memanggil kontraktor pelaksana bersama dinas terkait.
”Kami juga berencana memanggil pihak kontraktor serta dinas terkait untuk meminta penjelasan lebih lanjut,” tambahnya.
Anggota Komisi C, Syaifullah, menyoroti aspek teknis pembangunan tugu, khususnya penggunaan material ACP cutting.
Menurutnya, tugu berada di area terbuka dan terpapar langsung angin kencang, hujan, serta cuaca ekstrem.
”Penggunaan ACP pada struktur tugu dengan ketinggian lebih dari lima meter di ruang terbuka perlu dikaji ulang secara serius,” bebernya.
Komisi C menegaskan, hasil evaluasi sidak akan menjadi dasar penentuan tanggung jawab perbaikan.
“Jika hasil evaluasi teknis menunjukkan kesalahan perencanaan atau pelaksanaan, maka tanggung jawab sepenuhnya ada pada penyedia jasa,” tegasnya.
Sebelumnya, bagian ujung atas Tugu Jombang ambruk diterpa angin kencang.
Hiasan besi ukir di puncak patah dan menggantung.
’’Rusaknya kena angin tadi (11/12) sore. Pas ada hujan dan angin kencang,’’ kata Solikan, warga setempat.
Beruntung, tidak ada korban luka. Hingga Jumat (12/12) pagi, patahan bagian atas tugu telah dibersihkan dan sejumlah pekerja mulai melakukan perbaikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Bayu Pancoroadi, memastikan struktur utama tugu masih aman.
”Hasilnya, yang mengalami kerusakan hanya bagian atas saja, untuk struktur bagian bawahnya masih aman,’’ terangnya.
Bayu menambahkan, proyek masih dalam masa pemeliharaan selama satu tahun sehingga perbaikan menjadi tanggung jawab kontraktor.
’’Masih masa pemeliharaan, jadi perbaikan dari sana,’’ urainya.
Dalam perbaikan, struktur besi pada bagian atas akan diganti total.
’’Sebelumnya masih pakai besi hollow, setelah ini akan diganti strukturnya dan diberi penguatan, agar tidak rusak kembali,’’ jelasnya.
Proyek pembangunan Tugu Jombang ini didanai APBD sebesar Rp 1.033.538.875 dan dikerjakan CV Ardi Konstruksi asal Tulungagung.
Proyek sempat molor. Kontrak ditandatangani 17 Juni dan seharusnya rampung 17 Oktober, namun terlambat 13 hari.
Kontraktor dikenai denda keterlambatan Rp 13 juta. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz