Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Realisasi Investasi Jombang 2025 Tembus Rp 1,58 Triliun, PMDN dan UMK Jadi Tulang Punggung Ekonomi Daerah

Azmy endiyana Zuhri • Senin, 15 Desember 2025 | 20:31 WIB
Ilustrasi investasi.
Ilustrasi investasi.

JombangBanget.id – Realisasi investasi di Kabupaten Jombang menunjukkan kinerja yang stabil dan positif dalam lima tahun terakhir.

Hingga Triwulan III tahun 2025, total nilai investasi yang masuk ke Jombang tercatat mencapai Rp 1.851.803.241.946.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jombang Joko Triyono menerangkan, capaian tersebut berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), serta kontribusi sektor Mikro dan Usaha Kecil (UMK).

”Capaian investasi hingga Triwulan III 2025 menunjukkan tren yang positif. Jika perkembangan ini terus berlanjut hingga akhir tahun, realisasi investasi 2025 berpotensi melampaui capaian tahun sebelumnya,” ujar Joko Triyono kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Berdasarkan data DPMPTSP Jombang, PMDN masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 956.218.199.201.

Sementara itu, PMA tercatat sebesar Rp 412.682.937.085, dan sektor Mikro/UMK menyumbang Rp 482.902.105.660.

”Dalam kurun waktu 2021 hingga 2025, realisasi investasi Kabupaten Jombang menunjukkan perkembangan signifikan,” tegasnya.

Joko memerinci, pada tahun 2021, total investasi tercatat sebesar Rp 1,587 triliun.

Angka ini melonjak pada tahun 2022 menjadi Rp 2,353 triliun, didorong oleh pertumbuhan sektor UMK serta peningkatan investasi PMDN.

”Tahun 2023 menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir dengan total realisasi investasi mencapai Rp 2,423 triliun,” bebernya.

Meski mengalami sedikit penurunan pada 2024 menjadi Rp 2,143 triliun, kinerja investasi tetap berada pada level tinggi.

Baca Juga: Jombang Raup Investasi Rp 971 Miliar, Ini Strategis DPRD Kunci Daya Tarik Investor

Penurunan tersebut dinilai wajar akibat penyesuaian sektor industri dan perlambatan ekonomi nasional.

”Memasuki 2025, capaian investasi triwulanan menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat. Ini menjadi indikasi positif bagi iklim investasi di Jombang,” jelasnya.

DPMPTSP mencatat, dalam lima tahun terakhir PMDN secara konsisten mendominasi struktur investasi daerah.

Puncak realisasi PMDN terjadi pada tahun 2023 dengan nilai Rp 1,381 triliun, disusul tahun 2024 sebesar Rp 1,005 triliun.

”Minat investor domestik tersebut banyak berasal dari sektor industri pengolahan, perdagangan besar, jasa logistik, serta pengembangan kawasan usaha baru,” imbuhnya.

Sementara itu, investasi PMA juga menunjukkan tren pertumbuhan. Lonjakan signifikan terjadi pada 2024 dengan realisasi mencapai Rp 574,796 miliar, menandai meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap potensi ekonomi Kabupaten Jombang.

”Hingga Triwulan III 2025, PMA telah mencapai Rp 412,682 miliar dan masih berpotensi bertambah pada triwulan berikutnya,” tandasnya.

Kontribusi sektor Mikro dan UMK juga terus menguat.

Tahun 2022 dan 2023 menjadi momentum penting dengan realisasi investasi masing-masing sebesar Rp 720,225 miliar dan Rp 707,224 miliar.

Pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari kemudahan layanan perizinan melalui sistem OSS-RBA serta pendampingan pelaporan LKPM yang dilakukan DPMPTSP.

”UMK tetap menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Hingga Triwulan III 2025, realisasi investasi UMK mencapai hampir Rp 483 miliar, dan masih berpeluang meningkat seiring tumbuhnya usaha baru di sektor kuliner, perdagangan daring, industri rumahan, dan jasa kreatif,” ungkap Joko Triyono.

Menurutnya, peningkatan capaian investasi tidak lepas dari berbagai inovasi layanan yang terus diperkuat oleh DPMPTSP.

Penyederhanaan proses perizinan, percepatan waktu layanan, peningkatan kompetensi aparatur, serta pendampingan pelaporan LKPM secara langsung di lapangan menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Selain itu, DPMPTSP Kabupaten Jombang juga aktif melakukan fasilitasi investasi, penyediaan data peluang usaha, serta promosi potensi daerah melalui berbagai kanal informasi.

”Kami berkomitmen menjaga transparansi dan kemudahan layanan agar investor semakin yakin menanamkan modalnya di Kabupaten Jombang,” tegasnya.

Dengan capaian investasi hingga Triwulan III 2025 yang telah menembus Rp 1,85 triliun, Joko optimistis realisasi hingga akhir tahun mampu melampaui capaian 2024.

Tren positif ini diharapkan berlanjut pada 2026 seiring menguatnya sektor industri, logistik, dan UMKM.

”Dengan dukungan kebijakan daerah dan konsistensi kinerja investasi, Kabupaten Jombang diyakini tetap menjadi salah satu destinasi investasi dengan pertumbuhan paling stabil di Jawa Timur,” pungkas Joko Triyono. (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #nilai investasi #pmdn #umk #Jombang #usaha mikro kecil #DPMPTSP Jombang #investasi #penanaman modal dalam negeri