JombangBanget.id – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Jombang terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Melalui program unggulan Satu Dusun Satu Wira Usaha Baru (WUB), Dinkop UM berupaya melahirkan wirausaha baru di tingkat desa sebagai langkah konkret mengentaskan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program ini sejalan dengan visi Asta Cita kepemimpinan Bupati Jombang Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin Yazid.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, menyampaikan WUB dirancang sebagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung potensi ekonomi di desa.
”Program Satu Dusun Satu Wira Usaha Baru bertujuan menciptakan pelaku usaha baru yang berangkat dari potensi lokal. Pelaku usaha diusulkan langsung desa, sehingga tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Hari.
Dalam implementasinya, Dinkop UM telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan UMKM.
Mulai dari pendataan pelaku usaha, fasilitasi kemitraan, kemudahan perizinan, hingga penguatan kelembagaan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.
Upaya tersebut juga dibarengi dengan peningkatan pemahaman dan kompetensi sumber daya manusia UMKM melalui pendidikan dan pelatihan kewirausahaan.
Sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain: pelatihan kewirausahaan serta pemberian bantuan sarana dan prasarana usaha mikro.
”Program WUB memfasilitasi pelaku usaha di desa dengan tagline “Satu Dusun Satu Wirausaha”. Hingga saat ini, program tersebut telah berjalan yang tersebar di lima desa, dengan bentuk bantuan yang menyesuaikan usulan dan kebutuhan masing-masing desa,’’ tambahnya.
Ke depan, Dinkop UM Jombang menargetkan penguatan program ini pada 2026 dengan fokus penuh melalui bantuan keuangan (BK) sarana usaha.
Baca Juga: Tiga Kopdes Merah Putih Ajukan Pinjaman ke Bank Himbara, Begini Penjelasan Dinkop UM Jombang
Tak hanya itu, Dinkop UM Jombang juga terus mendorong program strategis lainnya.
Seperti UMKM Naik Kelas melalui pelatihan usaha dan digitalisasi. Santri Preneur dengan konsep satu pesantren satu produk industri kreatif.
Pengembangan koperasi berbasis segmen. Mulai dari koperasi wanita, petani, peternak, LMDH, hingga pedagang kaki lima.
”Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Jombang berharap mampu menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekonomi desa sebagai fondasi pembangunan daerah,” pungkasnya. (ang/fid)
Editor : Ainul Hafidz