JombangBanget.id - Penyebab rusaknya Tugu Jombang di Bandarkedungmulyo yang baru selesai dibangun diduga karena kualitasnya yang buruk.
Hal itu diakui pihak aplikator besi di lokasi.
’’Dilihat dari rusaknya pada bagian paling atas, yang strukturnya tidak pakai WF (wide flange) atau besi penguat, dan besinya kurang besar,’’ kata Fandi, 35, aplikator besi di proyek tersebut.
Jumat (12/12) pagi, ia bersama tiga orang karyawan tengah melakukan perbaikan pada bagian atas tugu.
Fandi mengatakan, kerusakan pada bangunan itu memang berada di posisi puncak yang pembesiannya cenderung berbeda dengan struktur bawahnya.
’’Di RAB (rencana anggaran dan biaya) WF-nya tidak sampai atas. Masih sekitar enam meter yang tidak terpasang WF. Sehingga ketika kena angin kencang patah,’’ ucapnya.
Kondisi itu disebabkan kesalahan pada desain dan perencanaan awal.
’’Sempat dirapatkan saat proyek berlangsung, kenapa desainnya begitu, dan karena tidak boleh diubah, ya kita kerjakan sesuai RAB saja,’’ urainya.
Setelah tugu rontok, pihaknya kini harus kembali mengulang pekerjaan. Semua besi yang sebelumnya jatuh akan diganti.
’’Sudah rusak, tidak bisa dipakai lagi, jadi kita ganti baru. Perbaikannya butuh waktu sampai dua mingguan,’’ bebernya.
Terpisah, Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas PUPR, Edy Yulianto, mengakui, adanya struktur berbeda pada bangunan tersebut.
Baca Juga: Proyek Tugu Jombang Rp 1 Miliar Molor, Denda Kontraktor Tetap Jalan, Segini Progres Terbarunya
Hal itu memang tertuang pada RAB yang direncanakan konsultan perencana.
’’Memang struktur utamanya itu pada ACP warna abu-abu paling atas saja. Untuk struktur di atas, itu rangka dan ACP sehingga dari perencanaan memang tidak termasuk ada WF-nya. Kan juga dipasangi besi yang lubang-lubang itu,’’ paparnya.
Dengan pertimbangan itu, konsultan perencana tak menambahkan WF hingga struktur yang paling atas.
’’Dengan rangka awal sebenarnya kuat kalau normal, atau kondisi tidak ada bencana. Tapi waktu terkena angin ternyata begitu,’’ imbuhnya.
Edy yang juga pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek menyatakan, nantinya perbaikan akan dilakukan dengan mengubah detail pekerjaan bagian atas.
’’Karena (bencana,Red) ini, sekarang jadi pertimbangan. Kita akan perkuat juga struktur atasnya,’’ tegasnya. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz