JombangBanget.id - Pembangunan Pasar Buah di kawasan Sub Terminal Ploso, Jombang hampir kelar.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang mulai melakukan persiapan penataan pedagang.
Proses pengundian tempat juga telah digelar. Nantinya, bangunan baru ini ditargetkan menampung sekitar 90 pedagang.
Kepala Disdagrin Jombang Suwignyo melalui Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Yustinus Harris Eko Prasetijo memastikan seluruh proses penataan telah tersusun.
”Pedagang buah dan kelapa itu prioritas masuk ke sana semua. Total nanti kisaran 90 pedagang,” ujarnya.
Proyek pembangunan yang dikerjakan CV Jokotole dengan konsultan pengawas CV Insan Muda Design dijadwalkan selesai pada 15 Desember.
Harris menyampaikan, pihaknya menunggu penyelesaian penuh proyek sebelum mulai mempersiapkan perpindahan pedagang.
Namun, kepindahan dipastikan tidak bisa dilakukan tahun ini.
”Jadi tidak mungkin tahun ini, karena waktunya terlalu mepet. Kemungkinan awal tahun baru mulai pindahan,” jelasnya.
Salah satu hal yang kerap menimbulkan kecemasan pedagang adalah pembagian lokasi. Namun, untuk Pasar Buah Ploso, hal tersebut sudah tuntas.
”Karena sudah selesai, tinggal menempati saja. Masing-masing sudah punya tempat sendiri. Sosialisasi dan lotre juga sudah dilakukan,” kata Harris.
Baca Juga: Diterjang Gempuran Marketplace, Pasar Senggol Bhayangkara Jombang Makin Meredup
Bangunan baru tersebut menyediakan fasilitas kios, bedak, dan toko yang dirancang lebih layak dan sesuai kebutuhan pedagang.
Disdagrin berharap, kenyamanan baru ini dapat mendorong meningkatnya pendapatan para pedagang dan menggerakkan aktivitas jual beli di pasar.
”Masyarakat juga diharapkan senang berbelanja di pasar. Sehingga bisa bersaing dengan pasar online,” kata Harris.
Sebagai informasi, pembangunan Pasar Buah di Sub Terminal Ploso menelan anggaran sebesar Rp 3.547.825.000 yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemprov Jawa Timur. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz