JombangBanget.id – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang menggelar Temu Bisnis sebagai langkah strategis memperkuat hilirisasi produk pertanian dan perkebunan.
Kegiatan yang digelar di Pendopo Kabupaten Jombang pada Kamis (11/12) ini diikuti 250 petani dari berbagai asosiasi komoditas (askom).
Mulai dari asosiasi komoditas beras, gula, tembakau hingga sayuran.
Kepala Disperta Jombang, M Rony, menegaskan, Temu Bisnis menjadi ruang pertemuan langsung antara petani binaan dan industri pengolahan untuk mempercepat terwujudnya rantai hulu–hilir yang lebih kuat.
’’Hari ini (kemarin) temanya temu usaha antara petani binaan untuk berbagai komoditas. Baik perkebunan maupun pertanian. Ini bentuk perhatian pemerintah dalam memperkuat hilirisasi, mendekatkan produsen dan pabrikan,’’ katanya.
Sejumlah askom hadir dalam forum tersebut. Seperti askom beras, gula, sayur, hingga tembakau.
Keberadaan askom dinilai strategis sebagai penghubung petani menuju industri besar sekaligus motor penyebaran informasi di tingkat lapangan.
Menurutnya, hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai tambah.
Tetapi juga memastikan adanya kepastian pasar dan jaminan harga sehingga petani dapat berproduksi secara maksimal.
’’Kami berharap konsep pertanian hulu–hilir semakin kuat. Petani bisa mendapatkan kepastian harga, hasil panennya terserap, dan produksinya berjalan optimal,’’ tegasnya.
Dalam kesempatan itu Rony juga memaparkan keberlanjutan program Bapak Asuh Petani yang diinisiasi Bupati Jombang, Abah Warsubi.
Program ini melibatkan Disperta dan Afco Group untuk menyerap hasil panen petani sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas baru.
’’Kami koordinasi dengan Afco Group dan hari ini (kemarin) ditindaklanjuti untuk beberapa komoditas yang akan dikembangkan. Termasuk penumbuhan wirausaha baru tanaman nilam,’’ ungkapnya.
Disperta juga turut mendorong peningkatan produksi padi melalui konsep budidaya tanaman sehat. Pola tanam yang lebih ramah lingkungan dan berorientasi hasil.
’’Sekarang kami fokus pada budidaya padi dengan konsep budidaya tanaman sehat,’’ jelasnya.
Temu Bisnis diikuti petani dari berbagai komoditas. Mulai dari durian, ketela pohon, padi hingga tembakau.
Rony menegaskan, askom memiliki peran vital dalam mempermudah akses petani menuju jaringan industri.
’’Askom ini lembaga yang mampu mendistribusikan informasi kepada anggotanya. Mereka inilah yang akan mendekatkan petani dengan grup besar,’’ tegasnya. (yan/jif)
Editor : Ainul Hafidz