JombangBanget.id - Aksi tanam pohon dan tebar benih ikan di Sendang Slaji, Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Jombang, Jumat (5/12) pagi, merupakan wujud gerakan lingkungan berbasis nilai keagamaan.
Kegiatan itu juga bentuk sinergi antar lembaga pemerintah di Kabupaten Jombang.
’’Ini merupakan sinergi kami, Pemkab Jombang ada DLH (Dinas Lingkungan Hidup), DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan), pemerintah desa serta masyarakat dan aktivis lingkungan,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jombang, Miftahul Ulum.
Menjaga kelestarian alam merupakan tanggungjawab semua pihak. Baik masyarakat maupun pemerintah.
’’Menanam itu budaya yang harus dijaga. Ini langkah nyata kita,’’ lanjutnya.
Kegiatan itu sekaligus momentum untuk pelestarian keanekaragaman hayati.
’’Ini momentum mengingatkan kita soal kelestarian hayati,’’ kata Bupati Warsubi.
Kepala Kemenag Jombang, Muhajir, menegaskan, kegiatan tersebut membawa nilai ekoteologi.
’’Ekoteologi itu menyatukan agama dan pelestarian alam. Ibadah bukan hanya ritual. Ibadah harus tampak dalam tindakan menjaga bumi,’’ tegasnya.
Dalam kesempatan itu juga diserahkan berbagai penghargaan.
Mulai dari Desa Berseri Tingkat Madya, Proklim Lestari, hingga apresiasi Gerakan Satu Pernikahan Satu Pohon Lestari. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz