JombangBanget.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang meninjau progres pengerjaan pengurukan lahan eks Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Perak yang akan dimanfaatkan sebagai area parkir khusus angkutan barang, Kamis (27/11).
Peninjauan dilakukan Kepala Dishub Jombang, Sugianto, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yohan Kartika.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional dan Perparkiran Bambang Tedjoatmoko.
Serta pelaksana dan pengawas proyek.
Rombongan Dishub melakukan pengecekan pemadatan di beberapa titik.
Termasuk akses depan yang telah diuruk dan diratakan menggunakan alat berat.
Mereka juga berdiskusi dengan pelaksana sambil memeriksa material proyek.
Seperti proses pemadatan dan saluran beton pracetak atau u-ditch yang didatangkan ke lokasi.
Pengecekan kemudian dilanjutkan ke area lain yang masih dalam tahap perataan setelah material uruk tiba.
Kepala Dishub Jombang, Sugianto, melalui PPK, Yohan Kartika, menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan agenda peninjauan lapangan untuk mengetahui progres pembangunan area parkir khusus angkutan di eks BPP Perak Desa Glagahan, Kecamatan Perak.
’’Hari ini (kemarin) Pak Kadishub sebagai pengguna anggaran, Pak Tedjo sebagai PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), dan kami sebagai PPK melakukan peninjauan lapangan untuk melihat progres pembangunan area parkir khusus angkutan barang di BPP Perak,’’ kata Yohan.
Berdasarkan laporan pengawas, progres pekerjaan berada di atas jadwal.
’’Dari laporan pengawas tadi (kemarin), progresnya plus atau lebih dari yang dijadwalkan. Artinya pekerjaan lebih cepat,’’ imbuhnya.
Saat ini pekerjaan masuk tahap pengurukan lapisan pondasi agregat (LPA) dan pemadatan. Secara keseluruhan, progresnya telah melampaui target.
’’Sekarang sudah sekitar atau lebih dari 12 persen, karena sudah dua layer. Khusus LPA sudah hampir 65 persen,’’ urainya.
Awal Desember pengurukan dan pemadatan selesai.
’’Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan paving,’’ ucap Yohan yang juga menjabat Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Jombang.
Atensi dinas kepada pelaksana, khususnya terkait beberapa penyesuaian volume pekerjaan akibat kondisi tanah tertentu.
’’Ada beberapa area yang tanahnya merupakan tanah lumpur. Kalau dipaksakan diuruk tetap akan ambles, sehingga perlu treatment lebih. Maka lokasinya digeser untuk menghindari area lumpur, tetapi volumenya tetap sesuai pekerjaan awal,’’ urainya.
Untuk pemasangan paving, material dijadwalkan segera tiba dalam waktu dekat.
’’Rencananya hari ini (kemarin) atau besok (hari ini) material paving sudah didatangkan. Fokusnya sekarang mengejar penyelesaian urukan, lalu dilanjutkan hamparan dasar menggunakan pasir,’’ jelasnya.
Percepatan ini dapat mendorong penyelesaian proyek tepat waktu. Sehingga area parkir khusus angkutan barang ke depan segera bisa dimanfaatkan.
’’Untuk pemasangan paving akan dilakukan secara manual tanpa alat berat, sehingga memerlukan waktu yang lebih panjang,’’ beber Yohan. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz