JombangBanget.id - Proses pengurukan lahan eks terminal barang di Desa Tunggorono untuk pembangunan Sekolah Rakyat terus dikebut.
Hingga kemarin, progres pengerjaan sudah mencapai 80 persen.
Namun, belum tuntasnya pengadaan tambahan lahan di sisi selatan membuat pekerjaan belum bisa rampung sepenuhnya.
Sebagian lahan yang harus diuruk hingga kini belum dibebaskan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Bayu Pancoroadi menyampaikan, sisi utara sudah selesai.
”Sisi utara sudah selesai. Tinggal sisi selatan yang masih menunggu pembebasan lahan oleh Dinsos (Dinas Sosial),” terangnya.
Bayu menambahkan, dari informasi yang ia terima, proses pembebasan lahan masih menunggu hasil appraisal harga tanah.
Setelah tambahan lahan di sisi selatan berhasil dibebaskan, pengurukan bisa langsung dimulai.
“Untuk pengurukan lahan baik sisi utara maupun selatan sudah termasuk dalam satu paket anggaran,” jelasnya.
Sebagai informasi, Pemkab Jombang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 17,9 miliar dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025 untuk pengadaan dan pengurukan lahan Sekolah Rakyat.
Rinciannya, Rp 8,8 miliar untuk pengadaan tambahan lahan serta Rp 9,1 miliar untuk pengurukan. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz