JombangBanget.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Metodologi Instruktur di Green Red Hotel Jombang, 20–25 November.
Kegiatan hasil kolaborasi Disnaker dengan Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILLSI) ini menjadi bagian dari strategi besar mendukung implementasi Asta Cita Bupati Jombang Warsubi dan Wabup M. Salmanudin menuju Jombang Unggul.
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur strategis.
Seperti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), pelaku UMKM, kelompok pertanian P4S, perusahaan, hingga jurnalis.
Ragam latar belakang ini membuat dinamika pembelajaran semakin kaya, sebab masing-masing membawa pengalaman dan kebutuhan berbeda dalam penyelenggaraan pelatihan di masyarakat.
Kegiatan dibuka Kepala Disnaker Jombang Isawan Nanang Risdiyanto SHut MSi.
”Jika kita ingin melahirkan tenaga kerja yang unggul, adaptif, dan memenuhi standar industri, maka kita harus mulai dari hulunya. Hulunya adalah instruktur yang terlatih, berkompeten, dan memiliki metodologi yang tepat, Disnaker Jombang terus berkomitmen memastikan hal ini,” kata Isawan.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi metodologi instruksional berbasis kompetensi.
Termasuk di dalamnya perencanaan pelatihan, penyusunan kurikulum mikro, strategi penyampaian materi yang efektif, hingga metode evaluasi yang objektif.
Tak hanya teori, pelatihan juga diisi praktik intensif berupa simulasi mengajar, presentasi, diskusi kelompok, serta studi kasus.
Seluruh sesi dipandu instruktur HILLSI yang telah tersertifikasi.
Baca Juga: Wujudkan Lingkungan Kerja Sehat, Disnaker Jombang Gelar Bimtek K3 dan Cek Kesehatan Gratis
Penerapan standar kompetensi nasional dinilai sangat penting.
Instruktur kini memiliki peran lebih luas, bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai penggerak perubahan dan penjamin kualitas peningkatan kompetensi masyarakat.
”Instruktur harus memahami karakteristik peserta, menyesuaikan metode pembelajaran, dan memastikan dampak pelatihan terhadap produktivitas maupun kesiapan kerja,” imbuh dia.
Di akhir kegiatan, peserta mengikuti Uji Kompetensi Metodologi Instruktur Level 4.
Uji ini menjadi indikator profesionalitas sekaligus pengakuan formal atas kemampuan mereka dalam merencanakan, menyampaikan, dan mengevaluasi pelatihan secara efektif.
Pelatihan Metodologi Instruktur digelar dengan sejumlah tujuan strategis.
Salah satunya meningkatkan kapasitas dan profesionalitas instruktur agar mampu menyelenggarakan pelatihan yang berkualitas dan berorientasi hasil.
”Pelatihan ini juga ditujukan untuk menciptakan standar pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan pelatihan dapat terserap dan relevan dengan perkembangan dunia usaha dan dunia industri (DUDI),” tutur Isawan.
Isawan menegaskan bahwa pembangunan SDM tidak diukur dari banyaknya pelatihan, tetapi dari kualitas proses dan hasilnya.
”Instruktur yang kompeten adalah kunci agar pelatihan kita tidak hanya formalitas. Pelatihan harus menghasilkan kemampuan nyata yang dapat diimplementasikan masyarakat. Itulah yang ingin Disnaker Jombang wujudkan,” kata Isawan. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz