JombangBanget.id – Hingga dua bulan jelang tutup tahun, janji pemerintah pusat ke Pemkab Jombang untuk memperbaiki enam ruas jalan dengan anggaran Rp 100 miliar masih buram.
Rencana perbaikan melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) sempat disampaikan Bupati Warsubi setelah kunjungan ke Jakarta.
’’Untuk IJD sampai hari ini (kemarin) belum ada informasi lagi. Semuanya masih berupa usulan dari kami ke pemerintah pusat,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Bayu Pancoroadi, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Agung Setiaji.
Dalam usulan yang diajukan itu, semua persyaratan telah dipenuhi.
Namun, hingga kini belum ada kejelasan, apakah proyek IJD itu akan turun tahun ini. Padahal tutup tahun sudah di depan mata.
’’Mungkin ada perubahan fokus di pusat. Karena untuk anggaran IJD domainnya pemerintah pusat,’’ ungkapnya.
Hingga kini, Pemkab Jombang hanya bisa menunggu terkait kelanjutan usulan tersebut.
Sebelumnya, Bupati Warsubi menyampaikan, Pemkab Jombang akan mendapat proyek IJD untuk perbaikan jalan 2025.
Hal itu diungkapkannya saat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat di Balai Desa Kalikejambon Senin (27/7).
Warsubi mengatakan, dana itu kucuran dari pemerintah pusat khusus untuk Jombang.
’’Kemarin Pak Wabup ke Jakarta dan akhirnya kita mendapat bantuan Rp 100 miliar itu,’’ ungkapnya.
Suntikan anggaran itu, secara khusus akan digunakan untuk pembangunan jalan kabupaten.
’’Ada enam ruas jalan nanti yang akan diperbaiki, skemanya melalui IJD,’’ ungkapnya.
Rinciannya, ruas Ploso - Munung. Ruas Sentul - Kesamben. Ruas Mojoagung - Mojoduwur Mojowarno.
Ruas Gambiran – Selorejo Mojowarno. Serta ruas Peterongan – Kedungbetik Kesamben. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz