JombangBanget.id – Proses penyusunan dokumen Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan untuk relokasi Puskesmas Wonosalam, Jombang rampung.
Rencana pembangunan fasilitas kesehatan baru di kawasan perbukitan Wonosalam kini memasuki tahapan lanjutan, yakni konsultasi publik dan penetapan lokasi (penlok).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada menyampaikan, penyusunan FS telah tuntas.
”FS-nya sudah selesai disusun. Sekarang prosesnya masih berjalan ke tahap-tahap berikutnya, termasuk konsultasi publik,” kata Hexa.
Meski demikian, Hexa belum bisa menyebut lokasi pasti yang akan menjadi tempat relokasi puskesmas.
”Belum, biarkan berproses dahulu. Nanti kalau semuanya sudah lengkap, baru kita bergerak ke tahap berikutnya,” imbuhnya.
Saat ini, Dinkes mulai melakukan konsultasi publik dengan mengundang masyarakat di kawasan Wonosalam untuk mendapatkan masukan terkait rencana relokasi.
Setelah tahapan tersebut rampung, proses akan berlanjut ke penetapan lokasi dan appraisal nilai lahan.
”Rentang waktunya belum bisa ditentukan karena masih panjang. Setelah penlok baru masuk ke appraisal,” ujar Hexa.
Terkait pengadaan lahan, Hexa menyebut proses penlok cukup dilakukan di tingkat daerah.
”Untuk penlok di daerah, hasil rapat terakhir begitu. Karena lahannya tidak sampai 5 hektare, hanya sekitar 2.500 sampai 3.000 meter persegi saja,” jelasnya.
Baca Juga: Molor Lagi! Proyek Puskesmas Kebaon Sampai Tiga Kali Diperpanjang, Begini Penjelasan Dinkes Jombang
Relokasi ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Jombang meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Wonosalam.
Dengan lokasi baru yang lebih aman dan aksesibilitas yang lebih baik, diharapkan pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih optimal.
”Kami fokus memastikan tahapan berikutnya berjalan lancar, termasuk melibatkan masyarakat agar hasilnya sesuai kebutuhan lapangan,” kata Hexa.
Untuk diketahui, rencana pengadaan lahan untuk relokasi Puskesmas Wonosalam dialokasikan sebesar Rp 3 miliar dari APBD 2025.
Relokasi ini dirancang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dengan lokasi yang lebih strategis dan layak secara infrastruktur.
Data dari laman resmi SPSE Inaproc Jombangkab mencatat, penyusunan studi kelayakan untuk pengadaan tanah Puskesmas Wonosalam memiliki pagu anggaran Rp 35 juta.
Dana tersebut bersumber dari APBD 2025 dan proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme pengadaan langsung.
CV Cipta Purnama Mandiri yang beralamat di Jl Selat Sunda Raya D143 Perum Sawojajar, Kota Malang, ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai kontrak Rp 34.931.700. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz