JombangBanget.id - Upaya pengendalian banjir tahunan di Kecamatan Kesamben terus dilakukan Pemkab Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Salah satu langkah strategis yang tengah berjalan, normalisasi Afvour (saluran buang) Watudakon di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben.
Ini menjadi proyek yang penting dari program Bidang Sumber Daya Air (SDA) 2025.
Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi, menyebutkan, hingga pertengahan Oktober, progres pekerjaan mencapai 4.255 meter atau sekitar 85 persen.
’’Normalisasi ini penting untuk memastikan saluran mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi. Serta mengurangi risiko banjir di permukiman dan lahan pertanian warga,’’ kata Bayu.
Normalisasi saluran bertujuan memulihkan dan meningkatkan fungsi Afvour Watudakon sebagai saluran utama pengendali banjir dan irigasi.
Proyek dimulai sejak 23 Juni 2025 dengan panjang penanganan mencapai 5.000 meter. Ditargetkan selesai 16 November, tepat menjelang puncak musim hujan.
Pelaksanaan normalisasi dilakukan menggunakan kombinasi metode mekanis dan manual.
Di lapangan, diterjunkan alat berat jenis long arm excavator yang memiliki jangkauan kerja luas.
Sangat efektif untuk kondisi saluran yang dalam dan memiliki akses terbatas di kanan-kiri.
’’Sementara pekerja manual dikerahkan untuk membersihkan vegetasi liar, sedimen, dan material yang sulit dijangkau alat berat. Terutama di titik-titik sempit, seperti bawah jembatan dan pertemuan saluran,’’ imbuhnya.
Baca Juga: Afvoer Watudakon Segera Ditangani Tim Normalisasi Saluran, Simak Penjelasan Dinas PUPR Jombang
Ini sangat penting sebagai pengendali banjir. Juga sangat vital bagi penyaluran air irigasi ke lahan pertanian di Kecamatan Kesamben dan sekitarnya.
Selesainya normalisasi ini, diharapkan, ketahanan infrastruktur sumber daya air meningkat. Serta mendukung keberlangsungan kegiatan pertanian di wilayah tersebut.
’’Kami berharap masyarakat dapat menjaga kebersihan saluran setelah dinormalisasi. Jangan buang sampah atau limbah ke dalam saluran, karena itu bisa menghambat fungsi afvour yang sudah kita benahi,’’ terangnya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz