JombangBanget.id — Upaya membangun kawasan permukiman yang sehat dan berkelanjutan terus digencarkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang.
Tahun ini, Perkim mengambil langkah nyata dengan mendukung program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) berupa pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk industri tahu di Desa Sumbermulyo dan Desa Mayangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkim Jombang, Syaiful Anwar, menegaskan, dukungan ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang layak huni.
’’Kami ingin setiap kawasan industri kecil juga punya sanitasi yang baik,’’ ujarnya.
Keberadaan IPAL di dua desa itu bukan sekadar proyek fisik, tetapi langkah penting menjaga kualitas lingkungan.
’’Limbah industri tahu cukup berpotensi mencemari lingkungan kalau tidak dikelola, dengan IPAL ini, air limbah bisa diolah dulu sebelum dibuang,’’ terangnya.
Perkim tak hanya berhenti pada dukungan teknis. Mereka juga menyiapkan peningkatan akses menuju lokasi IPAL agar lebih mudah dijangkau masyarakat maupun pelaku industri.
’’Kami sudah rencanakan pembangunan paving dan pengaspalan jalan menuju area IPAL,’’ ucapnya.
Pembangunan tersebut akan menggunakan anggaran dari Perubahan APBD (P-APBD) 2025.
’’Nilainya sekitar Rp 300 juta, sekarang masih proses pengadaan, dan targetnya mulai dikerjakan akhir Oktober ini,’’ jelasnya.
Pembangunan akses jalan menjadi bagian penting dari penguatan infrastruktur permukiman.
Akses yang baik akan mendukung aktivitas warga dan kelancaran operasional IPAL.
’’Lingkungan sehat juga harus ditunjang dengan infrastruktur yang memadai,’’ tegasnya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta seperti PGN sangat diperlukan untuk mewujudkan kawasan yang lebih tertata dan berkelanjutan.
’’Kita tidak bisa bekerja sendiri, kerja sama seperti ini harus terus dijaga,’’ tambahnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, Dinas Perkim berharap program pengelolaan lingkungan dan perbaikan infrastruktur di Jombang dapat terus berjalan beriringan.
’’Tujuan akhirnya, warga bisa tinggal di lingkungan yang lebih layak, bersih, dan nyaman,’’ tegasnya. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz