JombangBanget.id - Bupati Jombang Warsubi melakukan evaluasi kinerja empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tahun buku 2024.
Hasilnya, diketahui tiga BUMD dilaporkan sehat dan satu BUMD kurang sehat.
Bupati mendorong BUMD berkontribusi dalam menggenjot pendapatan daerah.
Bupati Jombang Warsubi mengatakan, evaluasi kinerja dilakukan sebagai refleksi pencapaian dan tantangan BUMD ke depan.
Ia berharap evaluasi ini menjadi bahan masukan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan bagi seluruh jajaran BUMD.
”Saya berharap, diseminasi hasil evaluasi kinerja BUMD ini dapat memberikan lebih banyak informasi, pemahaman dan bahan masukan dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan/kebijakan, serta motivasi kepada para direksi, dewan pengawas, beserta jajaran manajemen BUMD, untuk memberikan kinerja pelayanan yang terbaik, sehingga tujuan utama pendirian BUMD dapat tercapai secara optimal,” ujar dia usai memimpin evaluasi, Senin (13/10).
Menurutnya, BUMD harus terus meningkatkan kinerjanya dan mengembangkan potensi yang ada.
Termasuk melalui kerja sama dengan koperasi desa merah putih, pihak swasta agar bisa meningkatkan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Jombang.
”Saya juga berharap agar BUMD terus aktif menciptakan terobosan-terobosan yang inovatif dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan pasar. Dan yang tidak kalah penting, untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan perangkat daerah serta seluruh stakeholder terkait,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Suparyono menyampaikan, dari hasil evaluasi menunjukkan dari empat BUMD yang dinilai, sebagian besar menunjukkan kinerja yang sehat.
Kategori Sehat di antaranya Perumda Aneka Usaha Seger, Perumda Air Minum Tirta Kencana, PT BPR Bank Jombang Perseroda.
Sedangkan Kategori Kurang Sehat, yakni Perumda Perkebunan Panglungan Wonosalam.
”Alasannya, karena Perumda Perkebunan Panglungan pendapatannya lebih kecil dari pada biaya. Sehingga tidak bisa memenuhi kkewajibannya memberikan setoran laba ke Pemkab Jombang,” ujar dia.
Dijelaskan, evaluasi merujuk tahun buku 2024. Sehingga, saat itu BUMD masih dipimpin pejabat lama.
”Ya kinerja 2024 yang menjabat direktur lama. Kalau direktur baru belum,’’ tandasnya.
Dijelaskan, evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bertujuan untuk mengukur tingkat kesehatan dan kinerja BUMD secara komprehensif.
Guna menjadi dasar perbaikan dan inovasi untuk tata kelola dan kinerja yang berkelanjutan.
Dalam penilaian kinerja ini, Pemkab melibatkan Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya (UB) Malang.
”Secara umum, BUMD di Kabupaten Jombang berperan positif terhadap Pendapatan Asli Daerah dan pelayanan publik, meskipun masih terdapat kebutuhan untuk peningkatan efisiensi, inovasi, dan penguatan tata kelola perusahaan,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz