JombangBanget.id – Rencana pembangunan pintu keluar (exit) tol baru di Kecamatan Kesamben masih dalam tahap kajian.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menunggu hasil feasibility study (FS) atau studi kelayakan untuk menentukan lokasi paling layak.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jombang Danang Praptoko menyebut, proses FS saat ini sudah memasuki tahap laporan pendahuluan (lapdal) dan diskusi bersama pihak terkait.
”Sampai sekarang masih berproses. Terakhir kemarin kita sudah melakukan laporan pendahuluan atau lapdal, kita diskusikan itu bersama pihak terkait,” katanya.
Danang menjelaskan, dalam pembahasan itu juga dilakukan FGD (Focus Group Discussion) hingga skoring bersama untuk tahap awal.
”Kita membahas tentang penekanannya di mana, lokasinya di mana, kita menyamakan persepsi dulu,” lontarnya.
Ditegaskan Danang, penentuan lokasi exit tol baru tidak bisa dilakukan sembarangan.
Ada sejumlah kriteria teknis dan sosial yang harus dipenuhi. Selanjutnya dilakukan skoring.
”Kita kalkulasi dari berbagai aspek. Lokasi yang nilainya paling tinggi, itulah yang paling feasible,” imbuhnya.
Sebelumnya, Bupati Jombang Warsubi mengusulkan pembangunan exit tol baru di Kecamatan Kesamben kepada Kementerian PU.
Tujuan penambahan exit tol untuk memperluas akses Tol Trans Jawa dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur Jombang, khususnya sektor UMKM, properti, dan pariwisata.
Baca Juga: Sehari Tiga Kecelakaan di Tol Jombang-Mojokerto, Hujan dan Kecepatan Jadi Pemicu Utama
”Kami minta pemerintah pusat untuk dibukakan pintu tol di Kesamben,” ujar Bupati Warsubi kepada Jawa Pos Radar Jombang, Senin (19/5).
Selain itu, pembangunan gerbang tol di Kecamatan Kesamben untuk memperlancar mobilitas kendaraan di kawasan timur dan selatan.
”Seperti diketahui, jalan ruas Mojoagung – Mojoduwur merupakan jalur alternatif menuju Malang dan Kediri,” terangnya.
Selain itu, bupati ingin mengembangkan titik- titik industri baik yang ada di wilayah Kecamatan Kesamben dan Kecamatan Mojowarno.
”Kami juga ingin mengembangkan kawasan wisata di Wonosalam, maka akses harus kita tingkatkan,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Bappeda Jombang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 99,6 juta untuk penyusunan dokumen FS tahun 2025.
Proyek ini dimenangkan oleh PT Braja Elektrik Motor yang beralamat di di Jl Medokan Keputih No. 28, Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya.
Meski belum ada kepastian lokasi, Pemkab memastikan proses kajian akan dilakukan secara komprehensif.
”Kita ingin exit tol ini benar-benar memberi dampak maksimal bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” tandas Bupati Warsubi. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz